“Dan untuk mas-masnya saya minta maaf yang sebesar-besarnya karena enggak ada tujuan saya untuk menjelekkan siapapun di sini,” imbuhnya seraya melihat orang lain di dalam ruangan tersebut.
Aremania yakin Suprapti adalah penjual dawet yang rekaman suaranya sempat beredar. Aremania ingin persoalan ini diusut tuntas agar ada efek jera.
“Insya Allah benar. Tetap usut tuntas biar sebagai pelajaran. Apalagi fitnah orang jual dawet yang hasil dari keringat sendiri,” kata Agus Babon, Aremania asal Kota Malang, Rabu petang.
Kasat Reskrim Polres Malang AKP Donny Kristian mengaku sebagai pihak yang menginisiasi pertemuan antara Suprapti dengan keluarga korban.
“Ibu itu infonya banyak yang cari, jadi kita kasih petugas untuk menjaga situasi supaya kondusif,” kata dia.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/CNN Indonesia







