KALIMANTANLIVE.COM – Black hole atau lubang hitam secara misterius memuntahkan potongan bintang yang pernah dilahap setelah beberapa tahun ada di dalamnya.
Peristiwa sangat langka dari Lubang Hitam itu membuat para astronom yang mengamatinya kaget bukan kepalang.
Peristiwa yang diklasifikasikan ilmuwan sebagai AT2018hyz itu dimulai pada 2018 ketika para astronom melihat lubang hitam menjerat bintang dalam tarikan gravitasi yang kuat sebelum menghancurkannya menjadi berkeping-keping.
# Baca Juga :TANPA DISADARI Ternyata Bumi Berputar Lebih Cepat di 2022, Ini Fakta-faktanya
# Baca Juga :Benarkah Ada Fenomena Planet Sejajar yang Terjadi 100 Tahun Sekali? Ini Jawabannya
# Baca Juga :Lenyap Secara Miterius Akibat Tersesat di Pulau Lentimun, Begini Nasib 2 Petambak di Kalimantan Utara
# Baca Juga :PENOMENA Black Hole di Alam Semesta, Jangankan Benda Cahaya Pun Dimangsa, Kapan Menghilangnya?
Kemudian, tiga tahun berselang pada 2021, sebuah teleskop radio New Mexico menangkap sinyal yang menunjukkan aktivitas tidak biasa, yaitu lubang hitam mulai beserdawa bintang setengah kecepatan cahaya.
Lubang hitam sebelumnya terlihat melahap bintang sebelum memuntahkannya. Sampai sekarang muntahan itu hanya terjadi pada waktu yang sama dengan waktu makan.
Para peneliti menggunakan empat observatorium berbasis Bumi yang terletak di seluruh dunia dan dua observatorium di luar angkasa untuk melihat peristiwa tersebut.
Tim astronom menerbitkan temuan mereka pada 11 Oktober lalu di The Astrophysical Journal.
“Ini benar-benar mengejutkan kami – tidak ada yang pernah melihat yang seperti ini sebelumnya,” kata penulis utama Yvette Cendes.
Cendes yang merupakan astrofisikawan di Harvard and Smithsonian Center for Astrophysics mengatakan lubang hitam adalah pemakan bintang yang suka bermain-main dengan makanannya.
Konsumsi bintang oleh lubang hitam disebut peristiwa gangguan pasang surut (TDE), karena gaya pasang surut kuat yang bekerja pada bintang dari gravitasi lubang hitam.
Saat bintang digulung semakin dekat ke rahang lubang hitam, gaya pasang surut lubang hitam melucuti dan meregangkan bintang lapis demi lapis.
Kemudian lubang hitam mengubahnya menjadi benang panjang seperti mie yang dililitkan erat di sekitar wilayah lubang hitam, seperti spageti di sekitar garpu untuk membentuk bola plasma panas.
Mekanisme itu dikenal sebagai spagetifikasi.
Plasma ini dengan cepat berakselerasi di sekitar lubang hitam dan berputar menjadi pancaran energi dan materi yang sangat besar, menghasilkan kilatan terang yang dapat dideteksi teleskop optik, sinar-X dan gelombang radio.







