Jet Tempur Myanmar Muntahkan Bom ke Acara Konser, 80 Tewas Termasuk 2 Penyanyi Top

KALIMANTANLIVE.COM – Aurali dan Galau Yaw Lwi sedang menyanyi di panggung festival musik untuk merayakan 62 tahun berdirinya Organisasi Kemerdekaan Kachin (KIO).

Ratusan warga Nang Pa, Kotapraja Hpakant, asyik berjoget pada Minggu (23/10/2022) pukul 20.30 waktu Myanmar.

Mendadak tiga jet tempur Yak-130 muncul dan memuntahkan ratusan kilogram bom.

# Baca Juga :8 Negara yang Senang Rusia Invasi Ukraina, dari Myanmar hingga China, Iran Sebut NATO Sebagai Provokator

# Baca Juga :JELANG Indonesia vs Myanmar Semifinal Piala AFF U-16, Garuda Pernah Bantai Asian Lions Muda

# Baca Juga :JADWAL Semifinal Piala AFF U16 2022, Besok Laga Indonesia Vs Myanmar

# Baca Juga :Eksekusi 4 Aktivis Demokrasi, AS Pertimbangkan Hukuman untuk Junta Myanmar

Dua penyanyi terkenal Myanmar itu terpental dari panggung yang terbuat dari kayu, tubuhnya hangus terbakar. Begitu juga ratusan penduduk desa yang menonton.

Setidaknya 80 orang tewas akibat serangan udara Myanmar ke salah satu konser pada Minggu (23/10/2022) tersebut. Ini merupakan jumlah korban serangan udara terbanyak sejak kudeta pecah tahun lalu.

Seorang anggota tim penyelamat Myanmar melaporkan bahwa 80 orang yang tewas itu termasuk penyanyi dan musisi pengisi acara.

Associated Press melaporkan bahwa serangan itu terjadi ketika Organisasi Kemerdekaan Kachin sedang merayakan hari jadi mereka dengan gelaran konser.

Seorang juru bicara Asosiasi Seniman Kachin mengatakan bahwa pesawat militer Myanmar menjatuhkan empat bom ketika konser sedang berlangsung pukul 20.00 waktu setempat.

Saat itu, antara 300-500 orang menghadiri konser tersebut. Mereka langsung kocar-kacir dan puluhan di antaranya meninggal dunia.

Kantor informasi junta militer Myanmar mengonfirmasi bahwa mereka memang melancarkan serangan ke markas Brigade Kesembilan Tentara Kemerdekaan Kachin.

Menurut mereka, serangan itu merupakan “operasi yang dibutuhkan” sebagai respons atas tindakan “teroris” yang dilancarkan kelompok Kachin.

Namun, mereka membantah kabar militer membombardir konser. Mereka juga membantah informasi yang menyebutkan penyanyi dan warga sipil menjadi korban tewas dalam serangan itu.

AP sendiri tak bisa mengonfirmasi laporan kematian dan serangan ini secara independen.

Sementara itu, kantor perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Myanmar menyatakan “kekhawatiran mendalam dan sangat sedih” dengan laporan serangan udara tersebut.

“[Serangan] yang tampaknya berlebihan dan merupakan penggunaan kekuatan tak wajar oleh angkatan bersenjata terhadap warga sipil tak bersenjata itu tak dapat diterima, dan yang bertanggung jawab harus diadili,” demikian pernyataan mereka.

Perwakilan sejumlah negara Barat di Myanmar juga merilis kecaman melalui pernyataan bersama.

“[Serangan ini menunjukkan junta militer] melanggar kewajiban mereka untuk melindungi warga sipil dan menghormati prinsip hukum internasional,” demikian kutipan pernyataan bersama tersebut.

Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/CNNIndonesia