JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Profil Siti Elina hingga saat ini ramai menjadi pembicaraan publik bahkan di mesin pencarian google.
Nama Siti Elina mendadak viral setelah wajahnya diduga sebagai sosok di balik perempuan bercadar yang todongkan pistol ke Paspampres di Istana Negara atau Istana Kepresidenan Jakarta di Jalan Medan Merdeka Utara.
Berdasarkan foto yang beredar dan viral di media sosial, disebutkan jika wajah wanita tersebut adalah Siti Elina.
# Baca Juga :BREAKING NEWS Todongkan Pistol ke Paspampres, Perempuan Coba Terobos Penjagaan Istana Negara
# Baca Juga :Alasan 80 Persen Masyarakat Setuju Pidana Mati, tapi 20 Persen yang Setuju untuk Teroris
# Baca Juga :FAKTA Densus 88 Tembak Mati Seorang Dokter di Sukoharjo, Ternyata Terduga Teroris Anggota Jamaah Islamiyah
# Baca Juga :TERUNGKAP Peran Para Terduga Teroris yang Diamankan di Kalteng, Kalsel dan Jawa Tengah, Polri: MS Sebagai Eksekutor
Perempuan bercadar yang hendak menerobos Istana Merdeka, Jakarta Pusat itu diketahui berusia 24 tahun.
Siti Elina tinggal di Jalan Syawal Raya, RT 13/RW 03, Kampung Mangga, Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara.
Nurjanah, istri Ketua RT 13/RW 03 Kelurahan Tugu Selatan, mengatakan Siti Elina merupakan seorang ibu rumah tangga.
Siti Elina disebutnya biasa disapa Lina. Lina tinggal bersama suami dan kedua anaknya yang masih balita serta kedua orang tuanya.
“Keluarganya (kakak-adiknya) berlayar. Keluarganya berlayar semua. Dia lima saudara. Yang satu sudah meninggal. Jadi tiga abangnya berlayar,” kata Nurjanah, Selasa (25/10/2022).
Rumah Lina tampak rindang karena dipenuhi berbagai jenis tanaman bunga dan pohon jambu air yang menjulang tinggi.
Dari luar, kediaman Lina berkelir dominasi merah muda dan bagian pintu berwarna kuning nanas. Rumah lantai dua tersebut nampak sederhana dibandingkan dengan rumah-rumah di sisi depan dan sampingnya.
Sejak pagi hingga menjelang sore hari sekira pukul 15.00 WIB, puluhan anggota kepolisian masih melakukan penjagaan ketat di kediamannya.
Meski tinggal di pemukiman yang cukup padat penduduk, Siti Elina diketahui tidak berbaur dengan masyarakat sekitar.
Kiswoko (36), tetangga Siti Elina menyebutkan bahwa Lina setiap harinya hanya terlihat berjalan mengelilingi pemukiman sekitar sembari membawa dua anaknya yang masih balita.
“Enggak pernah berinteraksi, paling juga ketemu papasan nyapa sekadarnya saja,” kata Kiswoko saat ditemui di kediamannya.
Nurjanah pun membenarkan, bahwa Siti Elina tidak berbaur dengan masyarakat sekitar. Tak hanya Lina, suaminya bernama Bahrul Ulum (37) juga merupakan sosok pendiam yang bekerja dalam bidang biro jasa.
“Iya tertutup juga suaminya. Jarang sosialisasi sama orang. Jadi kaya enggak kenal. Saya saja ketemu di jalan enggak nyapa ini. Kalau istrinya ketemu kadang negur,” ujarnya.
Siti Elina alias Lina lanjut Nurjanah sering mengadakan pengajian tertutup yakni setiap malam Sabtu. Menurut Nurjanah, pengajian tersebut tidak melibatkan warga sekitar dan hanya dihadiri jemaah dari luar lingkungan tempat tinggalnya.
“Kalau kata tetangganya, tiap malam Sabtu itu ngadain pengajian di rumahnya. Cuma jemaahnya dari luar, paling kelihatan ada lima-enam motor terparkir,” ungkapnya.
Selain itu dalam beberapa hari terakhir, katanya Lina terlihat menjalankan salat berjemaah di musala dan masjid berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya.
“Lina juga sering ngajak ibu-ibu ngaji gitu, maksa, cuma pada eggak mau karena ngajinya tertutup begitu,” tutur Nurjanah.







