BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Ketua PWI Kalimantan Selatan, Zainal Helmie melantik kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Banjarbaru periode 2022-2025 di Aula Gawi Sabarataan, Balai Kota, Rabu (02/11/2022).
Ada sebanyak 9 orang pengurus PWI Kota Banjarbaru yang akan menjalakan tugas terwujudnya kemerdekaan pers Nasional yang profesional, bermartabat dan beradab.
Untuk keanggotaannya sendiri terdiri dari wartawan Kota Banjarbaru yang melaksanakan kegiatan jurnalistik seperti, media cetak, media penyiaran dan siber.
# Baca Juga :Prakiraan Cuaca 32 Kota di Indonesia Kamis 3 Nopember 2022, BMKG: Banjarmasin & Banjarbaru Hujan Ringan
# Baca Juga :Brengus Warung Remang-remang, Wali Kota Banjarbaru Ingin Hapus Narkoba di Kota Idaman
# Baca Juga :Perwakilan Kemenkeu RI Bakal Mengajar 1 Hari di Banjarbaru, Ini Materinya
# Baca Juga :Kepsek di Banjarbaru ‘Diperintahkan’ Pantau Atap Sekolah, Untuk Apa Ya?
Dalam pelantikan ini disaksikan langsung oleh Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin, bersama unsur Forkopimda Kota Banjarbaru.
“Semoga lancar dalam menjalankan tugas dan bisa membawa kebaikan untuk semua. Selain itu, kami juga berharap profesionalisme dari insan pers jurnalistik yang ada di Kota Banjarbaru terus meningkat,” ucapnya Wali Kota Aditya usai pelantikan.
Lanjut Aditya, Pemerintah Kota Banjarbaru siap mendukung sepenuhnya untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas kawan-kawan wartawan yang ada di Kota Banjarbaru.
“Salah satu bentuk kerja sama dalam peningkatan itu dengan melaksanakan Uji kompetensi Wartawan (UKW) yang akan dilaksanakan pada tahun 2023 mendatang,” ujarnya.
Masih kata Aditya, Peningkatan kompetensi wartawan ini untuk membentuk insan pers yang profesional dan beretika, yang mampu mendukung dan mengawal pembangunan daerah.
Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Kalimantan Selatan Zainal Helmie menyampaikan, dengan setelah dilantiknya kepengurusan PWI Kota Banjarbaru kali ini dirinya menginginkan profesi wartawan yang profesional, bermartabat dan beretika.
“Buat apa kita cerdas para wartawan tapi kada (tidak) beretika. Karena dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) etika itu diujikan, salah satu contoh bagaimana wartawan menghadapi narasumber untuk wawancara itu nilai,” katanya.
Helmie melanjutkan, dalam beberapa hari kedepan nanti akan diadakan pelatihan untuk 30 wartawan.
“Kenapa kawan-kawan wartawan harus atau diwajibkan masuk organisasi kewartawanan. Nanti kita diskusi santai bersama terkait apa itu organisasi kewartawan,” tuturnya.
Ditempat yang sama, Ketua PWI Kota Banjarbaru Rasyid Ridho mengatakan, ada sebanyak 9 orang yang telah bergabung dengan keanggotaan PWI Kota Banjarbaru.
“Dalam minggu depan kita akan melakukan peningkatan kapasitan wartawan Banjarbaru. Kita akan melaksanakan semacam dialog, termasuk persiapan kawan-kawan wartawan yang ingin ikut UKW tahun depan yang akan dilaksanakan di Taman Pinus Banjarbaru,” jelasnya.
Selain itu, Rasyid juga menghimbau kepada perusahaan media yang belum terverifikasi agar segera menyiapkan.
“Terkait Perwali yang akan diterapkan yang berhubungan dengan persyaratan kepada perusahaan media, kita harapkan kawan-kawan yang belum terverifikasi segera menyiapkan. Salah satunya kawan-kawan yang belum mengikuti UKW diharapkan segera mengikuti UKW,” imbunya.
Keberadaan PWI sangat penting untuk menjamin bahwa wartawan yang berada dibawah naungan PWI adalah wartawan yang tidak hanya kritis. Namun juga berintelejensi dan bermoral, serta benar-benar profesional dalam memahami kode etik jurnalistik yang dilindungi oleh Undang-undang dan Dewan Pers.(*/kalimantanlive.com)
editor : NMD
sumber : mediacenter.banjarbarukota.go.id







