Presiden Jokowi akan Jadikan Soeharto Pahlawan Nasional, Kok Bisa?

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Peringatan Hari Pahlawan 7 November mendatang bakal berbeda, pasalnya jumlah Pahlawan Nasional bakal bertambah.

Hal itu setelah Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi bakal menyematkan gelar pahlawan nasional baru ke dr Soeharto.

Siapa Soeharto ini, ternyata bukan Presiden ke-2 Indonesia, melainkan seorang dokter pribadi Presiden pertama RI yang juga proklamator, Sukarno.

# Baca Juga :Eternals, Film Terbaru Angelina Jolie sebagai Superhero Sapa Penonton Indonesia di Hari Pahlawan

# Baca Juga :RESMI! Pemerintah Tetapkan 24 Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2023

# Baca Juga :Kios Meubel di Jalan Pahlawan Banjarmasin Hangus Terbakar, Saksi Mata : Api dari Belakang

# Baca Juga :BI Rilis 7 Uang Kertas Rupiah Baru, Pahlawan Nasional dari Amuntai di Uang Rp5 Ribu

Penyematan gelar itu akan dilakukan pada peringatan Hari Pahlawan pada 7 November mendatang. Selain dr Soeharto, total ada lima tokoh yang akan menerima gelar tersebut.

“Hari ini, Bapak Presiden sesudah berdiskusi dengan kami, dengan Dewan Gelar dan Tanda-Tanda Kehormatan, itu memutuskan tahun ini memberikan lima (gelar pahlawan nasional) kepada tokoh-tokoh bangsa yang telah ikut berjuang mendirikan negara Republik Indonesia,” kata Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Mahfud MD, dikutip dari keterangan tertulis Sekretariat Presiden, Kamis (3/11).

Mahfud menjelaskan dr. Soeharto dipilih karena berjasa berjuang bersama Sukarno dalam mewujudkan kemerdekaan. Selain itu, dr. Soeharto juga ikut dalam sejumlah pembangunan pascakemerdekaan.

Soeharto disebutkan terlibat dalam pembangunan pasar swalayan syariah, Monumen Nasional, Masjid Istiqlal, Rumah Sakit Jakarta, dan pendirian Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Selain dr Soeharto, Jokowi juga akan menyematkan gelar pahlawan nasional kepada KGPAA Paku Alam VIII. Alhmarhum merupakan Raja Paku Alam yang menyatakan kesediaan bergabung dengan Republik Indonesia sehari setelah kemerdekaan.

Lalu ada pejuang Raden Rubini Natawisastra yang menjalankan peran sebagai dokter keliling. Rubini dan istrinya wafat setelah dihukum mati oleh Jepang.

Tokoh keempat yang menerima gelar itu adalah Salahuddin bin Talibuddin. Tokoh Maluku Utara itu berjuang memerdekakan Indonesia selama 32 tahun. Ia pernah dibuang oleh penjajah ke sejumlah daerah terpencil.

Satu tokoh lainnya yang menerima gelar pahlawan nasional adalah K.H. Ahmad Sanusi dari Jawa Barat. Ia adalah anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

“Dari semula ada sisi kanan ingin menjadikan negara Islam, sisi kiri menjadikan negara sekuler, kemudian diambil jalan tengah lahirlah ideologi Pancasila sesudah menyetujui pencoretan tujuh kata di Piagam Jakarta,” ucap Mahfud.

Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/cnnindonesia.com