JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Pangeran Abdullah bin Faisal Al Saud ditangkap Sepulang dari Amerika Serikat (AS) beberapa bulan lalu.
Pangeran Abdullah bin Faisal Al Saud merupakan seorang keturunan dari salah satu cabang kerajaan Arab Saudi.
Bangsawan Arab Saudi ini menggemparkan publik setelah kasus penangkapannya usai kepulangannya dari Amerika Serikat.
# Baca Juga :Sering Kritik Pemerintah, Arab Saudi Vonis Imam Masjidil Haram 10 Tahun Penjara
# Baca Juga :BERMAIN Twitter, Mahasiswi Inggris Dihukum 34 Tahun Penjara oleh Pengadilan Arab Saudi
# Baca Juga :81 Jemaah Haji Indinesia Wafat di Arab Saudi, Penyebabnya Cardiovascular, Apa Itu?
# Baca Juga :Kloter 3 Tiba di Kalsel Hari Ini, Total Jemaah Haji yang Pulang 1.071 Orang, 1 Masih di Arab Saudi
Abdullah bin Faisal Al Saud memang sangatlah jarang tersorot media yang membuatnya semakin misterius.
Menurut sumber pejabat Saudi, penangkapan Abdullah berlangsung setelah dirinya mendiskusikan penahanan sepupunya sesama pangeran dengan kerabat saat di AS.
Pejabat itu menuturkan Pangeran Abdullah dipenjara karena panggilan telepon itu. Pihak berwenang memvonis sang pangeran 20 tahun penjara, dan dinaikan menjadi 30 tahun penjara pada Agustus lalu.
Pangeran Abdullah merupakan seorang mahasiswa pascasarjana di Universitas Northeastern Boston yang telah tinggal di AS untuk beberapa waktu yang lama.
Menurut teman-temannya, orang-orang tidak banyak yang mengetahui dia adalah anggota keluarga kerajaan Arab Saudi. Sebab, ia jarang sekali membicarakannya.
Pangeran Abdullah juga dianggap selalu fokus pada studi, rencana karir, dan cintanya terhadap sepak bola.
Associated Press (AP) menuturkan kasus Pangeran Abdullah belum pernah terungkap media sebelumnya. Namun, dokumen pengadilan Saudi yang didapat AP juga tidak tertutup.
Penahanan Pangeran Abdullah menambah panjang daftar anggota keluarga kerajaan Saudi yang ditangkap di era Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS) yang diangkat menjadi pemimpin de facto negara itu sejak 2017.
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pangeran Saudi ditangkap dengan berbagai tuduhan mulai dari korupsi dan beberapa kasus lain. Namun, banyak pihak menilai penangkapan ini dilakukan MbS guna membungkam pemberontak dan pengkritik keluarganya yang memegang takhta kerajaan.
Selama lima tahun terakhir, pengawasan, intimidasi, dan pengejaran Saudi terhadap warga Saudi di wilayah AS telah meningkat, ketika kerajaan meningkatan penindasan di bawah MbS.
Saat ditanya soal penahanan Pangeran Abdullah, Kedutaan Besar Saudi di Washington membantahnya.
“Gagasan bahwa pemerintah Saudi atau lembaganya melecehkan warganya sendiri di luar negeri adalah tidak masuk akal,” kata kedutaan.
Hal itu didukung dari keterangan FBI, kelompok hak asasi manusia, dan wawancara warga Saudi yang tinggal di luar negeri. Bahkan beberapa orang itu mengatakan agen FBI menyarankan mereka untuk tidak pulang ke negaranya.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/CNN Indonesia







