Apakah Butuh Peralatan Khusus?
Berbeda dengan Gerhana Matahari, Gerhana Bulan bisa disaksikan dengan mata telanjang. Masyarakat yang ingin menyaksikannya hanya perlu mengarahkan pandangan sesuai arah terbit dan tenggelamnya Bulan.
Memakai teropong bisa sedikit membantu untuk melihat gerhana lebih detail.
“Kita tidak perlu menggunakan alat bantu optik, kecuali hendak mengabadikanya dalam bentuk citra atau rekaman video,” kata Andi Pangerang, Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN dikutip situs resminya.
Bulan Berubah Warna
Warna Bulan pada GBT akan tampak berbeda. Pada saat puncak, Bulan akan redup menjadi warna kusam sebelum berubah menjadi merah darah, dan warnanya dapat bervariasi secara signifikan dari satu gerhana ke gerhana berikutnya tergantung pada partikel di atmosfer planet kita.
Awan abu yang dilemparkan ke stratosfer oleh letusan gunung berapi baru-baru ini di Kerajaan Tonga di Samudra Pasifik selatan, misalnya, dapat mengubah wajah bulan menjadi warna merah yang lebih dalam daripada Gerhana Bulan biasa.
BMKG Bandung bakal menggelar pengamatan GBT di Halaman Kantor Pos Observasi Geofisika Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (8/11).
“Tim Stasiun Geofisika Bandung akan melakukan pengamatan di Halaman Kantor Pos Observasi Geofisika Lembang pada pukul 15.00 WIB-selesai,” kata Kepala Stasiun Geofisika Bandung Teguh Rahayu, Minggu (6/11).
Tiga Gerhana Sebelumnya
• Gerhana Matahari Sebagian 30 April 2022 yang tidak dapat diamati dari Indonesia.
• Gerhana Bulan Total 16 Mei 2022 yang tidak dapat diamati dari Indonesia.
• Gerhana Matahari Sebagian 25 Oktober 2022 yang tidak dapat diamati dari Indonesia.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/cnnindonesia.com










