BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, Muhammad Lutfi Saifuddin mengatakan kerusakan asrama mahasiswa Kalimantan Selatan yang ada di luar daerah diakui terjadi hampir menyeluruh.
“Mulai dari kondisi plafon yang bocor, hingga kerusakan lainnya yang memengaruhi kenyamanan para penghuni,” katanya kepada wartawan di Banjarmasin, Selasa (8/11/2022).
Lutfi menyatakan kewenangan Komisi IV terbatas pada kemahasiswaannya.
BACA JUGA:
Lutfi Sebut Pentingnya SPM dalam Memberikan Pelayanan ke Masyarakat Kalsel
Sementara untuk bangunan yang merupakan aset Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, merupakan kewenangan dari Komisi I.
“Kami seringkali juga berkoordinasi dengan teman-teman di Komisi I untuk memperjuangkan anggaran perbaikan asrama itu, tapi mungkin ada kendala dalam proses pembahasannya,” jelas.
Ia mengakui jika tidak sedikit keluhan dan aspirasi yang disampaikan Perkumpulan Mahasiswa Kalimantan Selatan (PMKS) terkait dengan kondisi asrama yang terbilang memprihatinkan.
Namun karena keterbatasan kewenangan yang dimiliki, pihaknya hanya dapat menyampaikan kembali aspirasi tersebut kepada pihak terkait agar segera ditindaklanjuti.
“Hampir di setiap provinsi kondisinya memprihatinkan. Bukan hanya di Semarang, tapi di Surabaya dan Yogyakarta juga ada yang lebih parah lagi,” tambah politikus Partai Gerindra ini.










