NEW YORK, KALIMANTANLIVE.COM – META, raksasa teknologi dunia ini melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal.
Lebih mengejutkan lagi, disaat serba sulit usai pandemi COVID-19, Meta malah memberhentikan 13 persen total karyawannya, atau setara lebih dari 11.000 karyawan.
PHK massal itu terungkap dalam pesan yang dikirimkan langsung oleh CEO Meta Mark Zuckerberg, kepada para karyawan.
# Baca Juga :Korban PHK Dipastikan Dapat Klaim Lewat Program JKP, Kemnaker Siapkan Kuota 720 Ribu
# Baca Juga :Respons ‘Santai’ Presiden soal Gelombang Demo Tolak Kenaikan Harga BBM, Jokowi: Silakan!
# Baca Juga :Hadiah Menyakitkan Tesla untuk 200 Karyawannya Disaat Ultah Elon Musk
# Baca Juga :Subsidi Minyak Goreng Curah Dicabut Hari Ini, Pengusaha Warteg Berat Menerima Kebijakan Ini
“Hari ini saya menyampaikan beberapa perubahan tersulit yang dimbil dalam sejarah Meta,” tulis Mark, dalam suratnya, dikutip dari CNBC via Kompas.com, Kamis (10/11/2022).
“Saya memutuskan untuk mengurangi jumlah karyawan perusahaan sebesar 13 persen, dan melepas lebih dari 11.000 karyawan bertalenta kami,” tambah dia.
Dalam surat tersebut, Mark juga menyebutkan, manajemen akan mengambil sejumlah langkah lain untuk membuat perusahaan lebih ramping dan efisien ke depannya, yakni melalui pemotongan biaya diskresioner dan memperpanjang masa penghentian perekrutan hingga kuartal pertam tahun depan.
Pemangkasan karyawan itu terjadi di tengah masa sulit bagi Meta.
Induk platform Facebook, WhatsApp, dan Instagram itu sedang menghadapi tren penurunan pendapatan, disertai peningkatan biaya operasional signifikan.
Investor saat ini khawatir terhadap biaya dan pengeluaran Meta yang terus meningkat, di mana pada kuartal III-2022 melesat 19 persen secara tahunan menjadi 22,1 miliar dollar AS.
Padahal, di sisi lain penjualan keseluruhan Meta turun 4 persen secara tahunan menjadi 27,71 miliar dollar AS, sementara pendapatan operasional anjlok 46 persen menjadi 5,66 miliar dollar AS.
Mark bilang, perusahaan tengah melakukan pengurangan di berbagai divisi, namun perekrutan tidak akan berjalan secara proporsional, sebagai imbas dari rencana perusahaan untuk merekrut lebih sedikit tenaga kerja pada 2023.
Meta memperpanjang periode pembekuan perekrutan hingga kuartal pertama tahun depan dengan sedikit pengecualian.
“Ini merupakan momen sedih, dan tidak ada jalan lain untuk itu. Untuk mereka yang pergi, sekali lagi saya mengucapkan terima kasih untuk seluruh kontribusi diberikan di sini,” ujarnya.
Adapun karyawan yang terdampak pemangkasan akan menerima bayaran setara 16 minggu upah, ditambah dua minggu upah untuk setiap tahun bekerja. Selain itu, Meta juga akan menanggung asuransi kesehatan selama 6 bulan.
Asal tahu saja, Meta tengah fokus berinvestasi pada metaverse, dengan mengembangakan berbagai infrastrukturnya. Ini telah membuat Meta mengeluarkan 9,4 miliar dollar AS pada tahun ini saja, dan angka itu diproyeksi terus meningkat.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/kompas.com









