“Jadi yang kita garisbawahi bahwa keputusan untuk Mbak Sulastri dan Mbak Rahima adalah keputusan bersama Polda dan Mabes polri dan kita akan lanjutkan ke jenjang pendidikan. Tolong kalau sudah viral seperti ini, Mbak Sulastri lebih berprestasi ke depannya,” kata Midi.
Midi juga menyampaikan permintaan maaf kepada media, masyarakat dan kedua calon siswa atas masalah yang terjadi tersebut.
“Tidak ada anak buah yang salah tapi pimpinannya, makanya Kapolri selalu menekankan ikan busuk dari kepalanya, bukan dari ekornya. Untuk itu yang salah Kapolda. Kami selaku Kapolda Maluku Utara dengan tulus ikhlas menyampaikan permintaan maaf kepada rekan-rekan media, masyarakat Maluku Utara dan terkhusus Mbak Sulastri sampai viral seperti ini,” ujarnya.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/CNN Indonesia







