Wali Kota Banjarbaru Ingin Guru Lulus Sertifikasi dan Naikan Tunjangan

BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Pemko Banjarbaru melalui Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Persiapan Seleksi Akademik Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan bagi Guru Non Sertifikasi, di Aula Bina Satria Banjarbaru, Senin (14/11/2022) kemarin.

Bimtek yang dibuka secara langsung oleh Wali Kota Banjarbaru, HM Aditya Mufti Ariffin ini, bertujuan agar para Guru Non Sertifikasi mendapatkan bekal pembelajaran, agar berhasil lulus uji kompetensi Sertifikasi.

# Baca Juga :Porprov XI Kalsel 2022 Berakhir, Banjarbaru Peroleh 192 Medali, HSS Juara Umum

# Baca Juga :Marah Diputus Sang Kekasih, Pria Kabupaten Banjar Aniaya Perempuan di Banjarbaru

# Baca Juga :Wali Kota Banjarbaru Lantik Slamet Riyadi, Duduki Kursi Kepala Darpusda

# Baca Juga :Di Pasar Murah Liang Anggang Banjarbaru Pedagang Tak Sembarangan Naikan Harga

Wali Kota Aditya ingin para guru bisa memanfaatkan bimtek ini dengan semaksimal mungkin.

“Gunakan waktu hari ini dengan sebaik-baiknya, ambil ilmu yang didapat sebanyak-banyaknya, mudah-mudahan pian lulus sertifikasi seberataan,” katanya.

Selain melalui usaha bimtek ini, Aditya mengatakan terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan ASN.

“Tahun kemarin bulan Oktober kami menaikkan tunjangan, target ulun itu setiap tahun bisa menaikkan tunjangan,” imbuhnya.

Karena bagi orang nomor 1 di Kota Banjarbaru ini guru-guru adalah orang yang spesial.

“Guru-guru adalah orang yang terpilih, tidak semua orang bisa menjadi guru, guru ini pertama sebagai pengajar, kedua sebagai pengayom, dan yang ketiga adalah sebagai pelindung,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru Dedy Sutoyo menyampaikan di kota Banjarbaru baru sekitar 51 % yang menikmati sertifikasi.

“Sumber dana ini (sertifikasi) APBN, kami berfikir bagaimana supaya angka ini naik,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Dedsu ini mengungkapkan sebanyak 1.911 guru yang belum sertifikasi.

“Dengan bimtek ini diharapkan guru bisa mengakses dengan baik tahapan seleksi dan lain-lain, karena pengalamannya rata-rata ada 3 sampai 4 kali ikut tapi tidak bisa lulus,” tutupnya.(*/kalimantanlive.com)

editor : NMD
sumber : mediacenter.banjarbarukota.go.id