Sementara dari sisi ekonomi makro, imbuhnya, kita harus tetap optimis dengan kondisi perekonomian Kalsel, walaupun kondisi resesi perekonomian terus mengancam, kami akan berupaya untuk terus memprioritaskan APBD 2023 pada program perekonomian untuk mengendalikan tingkat inflasi.
Pemerintah Provinsi Kalsel akan terus melakukan berbagai stimulus dengan mengalokasikan anggaran untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam rangka pengendalian inflasi.
BACA JUGA:
Cara-cara Paman Birin Kendalikan Inflasi di Kalsel, dari Turdes hingga Bagi-bagi Bibit Cabai
“Alhamdulillah di tengah kondisi inflasi ini, sesuai data BPS, perekonomian Kalsel 2022 triwulan III masih mengalami pertumbuhan sebesar 5,59 persen,” sebutnya.
Gubernur yang akrab disapa Paman Birin mengharapkan optimisme harus tetap dijaga dengan cara menguatkan kondisi internal perekonomian Kalsel agar pengaruh eksternal tidak berdampak terlalu besar bagi pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2023.
Disampaikan Paman Birin, APBD Tahun Anggaran 2023 juga akan fokus pasa optimalisasi sektor industri, UMKM, pertanian dan pariwisata, memperkuat untuk infrastruktur pemenuhan pelayanan dasar dan perekonomian.
Kemudian meningkatkan pengembangan daerah, tata pemerintahan yang kelola fokus pada pelayanan publik, meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup untuk mendukung ketahanan bencana serta mewujudkan Kalsel sebagai gerbang ibukota negara dan sebagai pendukung food estate.
Dengan kebersamaan pemerintah daerah, DPRD dan seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Kalsel, insyaallah kita bisa mewujudkan prioritas pembangunan demi menyongsong pencapaian Kalsel Maju sebagai gerbang ibukota negara.
Paman Birin dalam rapat paripurna itu menyampaikan secara garis besar postur anggaran belanja, pendapatan dan pembiayaan dalam APBD Tahun Anggaran 2023.
Untuk Pendapatan Daerah ditetapkan sebesar Rp7,8 triliun, sedangkan Belanja Daerah sebesar Rp7,7 triliun dengan demikian terdapat surplus sekitar Rp102,8 miliar, yang dipergunakan untuk penyertaan modal BUMD dan Dana Cadangan Pilkada Serentak Tahun 2024.
“Angka-angka pendapatan daerah dan belanja daerah tahun anggaran 2023, yang telah kita sepakati diharapkan memberikan manfaat kesejahteraan bagi rakyat, percepatan pembangunan serta ketangguhan kita dalam menghadapi kemungkinan terjadinya resesi ekonomi global, sehingga Kalsel Maju
sebagai gerbang IKN bisa kita tempuh secara berkelanjutan,” ucapnya.
Kalimantanlive.com/eep
Editor : elpian







