SURABAYA, Kalimantanlive.com – Bank Kalsel mengajak mitra kerjanya, Komisi II DPRD Provinsi Kalsel memperdalam cara pengelolaan dana corporate responsibility (CSR) agar lebih optimal dan efektif dengan melakukan studi komparasi ke Bank Jatim di Surabaya, Jumat (25/11/2022).
Menurut Ketua Komisi II DPRD Kalsel Imam Suprastowo, hal ini merupakan tindak lanjut rapat kerja dengan Bank Kalsel, terkait sinergitas antar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), beberapa waktu sebelumnya.
Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, Bank Kalsel mengundang Komisi II DPRD Kalsel untuk ikut serta ke Bank Jatim.
BACA JUGA:
Bank Kalsel Serahkan Bantuan Dana Pendidikan Penunjang Prestasi untuk Pelajar Yatim Piatu
Ia mengatakan, perlu memahami pengelolaan dana CSR pada bank milik Pemprov Jatim tersebut, karena Bank Jatim memiliki banyak program dengan dana CSR lumayan besar, yakni senilai Rp 23 miliar yang dikelola.
“Hal inilah yang perlu digali dan dipelajari agar tidak salah dalam menyalurkan CSR. Karena, dari anggota DPRD sendiri, sudah menanyakan terkait ruang penyaluran CSR, apakah bisa DPRD ikut merekomendasikan tempat atau tujuan CSR ?, tanpa harus ikut campur,” katanya.
Mengingat, kata dia, CSR seringkali menjadi bahan pembicaraan, karena dipakai untuk dana bantuan sosial kepada masyarakat yang terkena musibah, terutama pada saat terjadi bencana seperti banjir dan sebagainya.
Di kesempatan itu, Imam Suprastowo berpesan, Bank Kalsel termasuk BUMD Kalsel lainnya meningkatkan kesadaran dan memaksimalkan media digital.
“Sebab, saat digitalisasi tidak bisa dipisahkan dengan semua sektor. Jika digitalisasi tidak dikembangkan, maka Kalsel akan tertinggal,” jelasnya.







