Mobil Yayasan TK Al Azhar Cianjur Terkubur Longsoran, Ditemukan Jenazah Ibu dan Anak Berpelukan

CIANJUR, KALIMANTANLIVE.COM – Tim SAR gabungan temukan tujuh jasad korban tertimbun di lokasi longsor Jalan Raya Cianjur – Puncak, atau wilayah Palalangon di Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Sejauh ini, satu korban yang tersisa masih diupayakan dievakuasi dari dalam mobil. Korban mayoritas guru TK Al Azhar Cianjur.

Diketahui, total ada 8 orang di dalam mobil Al Azhar tersebut, korban adalah satu laki-laki, satu anak-anak dan enam perempuan.

# Baca Juga :Bantu Korban Gempa di Cianjur, Paman Birin Perintahkan Dinsos Kalsel Kirimkan Tim Tagana

# Baca Juga :Gempa Cianjur Jawa Barat, Magnitudo 5,6 SR, Sebanyak 46 Meninggal Dunia, Ratusan Luka

# Baca Juga :2 Motor Adu Banteng di Simpangempat, 2 Tewas Akibat Luka Parah di Kepala dan Tubuhnya

# Baca Juga :Update Terbaru Gempa Cianjur, Kobran Meninggal 162 Orang, Luka-luka 326, Bangunan Rusak 2.345 Unit

Mereka adalah rombongan guru yang baru pulang setelah mengikuti acara di daerah Sarongge.

Setelah hampir satu hari, tim gabungan akhirnya berhasil mengangkat semua jenazah rombongan KB-TK Al Azhar yang mobil ditumpangi terkubur longsoran.

Saat ditemukan, Kamis (24/11), lebih dari separuh mobil tersebut masih terkubur dan nasib para korban dari KB-TK Islam Al-Azhar 18 Cianjur itu belum diketahui.

Pengangkatan baru berhasil dilakukan pada Jumat (25/11/2022) pagi melibatkan sejumlah petugas. Saat itu diketahui jika semua penumpang masih berada di mobil.

Ada delapan jasad, termasuk Yanti Mandasari (42), Kepala Taman Kanak-kanak TK Insan Hasanah yang saat ditemukan masih dalam posisi memeluk erat jasad Qinanti (2), putrinya.

“Masih meluk Qinanti di mobil,” ujar Agus Gunawan (45), suami Yanti, yang sejak Jumat pagi ikut bersama petugas melakukan pengangkatan jenazah para korban.

Agus mengatakan, semua korban berhasil diangkat setelah petugas berupaya selama berjam-jam.

Agar jenazah bisa diangkat, kata Agus, petugas terpaksa memotong mobil Toyota Avanza yang masih terkubur sebagian itu menjadi beberapa bagian.

Setelah badan mobil dipotong, jenazah Yanti dan ankanya baru bisa dievakuasi.

“Itu sebabnya, dia jadi yang paling terakhir diangkat,” ujar Agus.

News Feed