BANDUNG, KALIMANTANLIVE.COM – Bom bunuh diri meledak di Mapolsek Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat pada Rabu (7/12/2022) pukul 08.20 WIB, kemudian terjadi ledakan kedua pukul 10.45 WIB.
Ledakannya terdengar hingga radius lebih dari 200 meter. Suara ledakan tersebut bersumber dari barang yang diduga bahan peledak.
Mabes Polri mengungkapkan, ada satu anggota polisi yang meninggal akibat ledakan bom bunuh diri di Mapolsek Astanaanyar, Kota Bandung itu.
# Baca Juga :Jet Tempur Myanmar Muntahkan Bom ke Acara Konser, 80 Tewas Termasuk 2 Penyanyi Top
# Baca Juga :Darya Dugina Tewas Dibom, Rusia Tuduh Ukraina Bunuh Anak Sekutu Presiden Putin
# Baca Juga :Saat KTT G7 Digelar, Rusia Malah Bombardir Ukraina dengan Rudal Mematikan
# Baca Juga :4 Alasan Singapura Tolak Ustaz Abdul Somad, dari Bom Bunuh Diri hingga Soal Jin Kafir
“Update korban peristiwa bom bunuh diri TKP Polsek Astanaanyar dari anggota Polri: satu orang meninggal dunia,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan saat dimintai konfirmasi, Rabu (7/12/2022).
Ramadhan memaparkan, tiga polisi lainnya mengalami luka berat. Kemudian, empat polisi mengalami luka ringan.
Sementara itu, ada satu warga yang mengalami luka ringan.
“Tiga luka berat, empat luka ringan. Dari masyarakat, satu orang luka ringan,” ucapnya.
Motor Pelaku Bertuliskan “RKUHP Syirik”
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Suntana mengatakan, pihaknya telah mengamankan motor pelaku bom bunuh diri di Mapolsek Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022).
Suntana mengatakan, pada bagian depan motor, ditemukan selembar kertas yang bertuliskan “RKUHP HUKUM syirik/kafir, perangi para penegak hukum setan QS 9:29”.








