BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi industri jasa keuangan khususnya Pasar Modal di Kalimantan Selatan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan Pasar Modal kepada masyarakat sehingga diharapkan dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Kalimantan Selatan,” kata Direktur Statistik dan Informasi Pasar Modal OJK Sujanto, saat Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu Tahun 2022 dan Media Gathering “Ngobrol Santai Bareng Wartawan” di Banjarmasin, Kamis (8/12/2022).
BACA JUGA:
OJK Ajak Bank Kalsel dan Perbankan Perangi Praktek Pinjol Ilegal di Kalimantan Selatan
BACA JUGA:
OJK Luncurkan Aplikasi IBPR-S untuk Dorong Pengembangan Produk dan Layan BPR/BPRS
Menurut dia, dengan adanya program SEPMT ini, OJK berharap dapat mendorong peningkatan literasi dan inklusi di Pasar Modal Indonesia khususnya di Kalimantan Selatan sehingga masyarakat akan merasa aman dan nyaman dalam berinvestasi di Pasar Modal Indonesia.
“OJK bersama pemerintah juga sangat optimistis dengan kondisi perekenomian di Indonesia ke depan yang akan terus tumbuh secara positif, meskipun indikator pertumbuhan ekonomi dari beberapa negara tetangga justru menunjukkan hal yang sebaliknya,” ujarnya.
Berbicara mengenai stabilitas kinerja Pasar Modal Indonesia, kata Sujanto, sepanjang tahun 2022, kinerja Pasar Modal Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan yang positif dan cukup menggembirakan.
Bahkan, di kuartal III tahun 2022, sebut dia, pertumbuhan IHSG maupun nilai kapitalisasi pasar telah menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah yakni IHSG di level 7.318,016 pada 13 September 2022, dan nilai kapitalisasi pasar menyentuh Rp 9.560 triliun di tanggal 15 September 2022.
Sebagai gambaran, lanjut Sujanto, per tanggal 6 Desember 2022, IHSG mengalami penguatan pada posisi 6,892.57 poin atau naik sebesar 4,73% (ytd). Pertumbuhan IHSG ini tertinggi di ASEAN.
“Sementara itu, nilai market capitalization juga telah meningkat menjadi Rp 9.415 triliun atau naik sebesar 14,04% (ytd),” jelasnya.







