KALIMANTANLIVE.COM – Aksi bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat yang terjadi Rabu (7/12/2022) sekitar pukul 08.20 WIB, berbuntut dilakukannya penjagaan ketata di setiap Polda di Indonesia.
Seperti diketahui, ledakan bom di Polsek Astana Anyar telah menewaskan seorang anggota polisi dan sembilan orang lainnya luka-luka. Korban saat ini telah dibawa ke dua rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan medis.
# Baca Juga :Bom Bunuh Diri Meledak di Mapolsek Astanaanyar Bandung, 1 Polisi Meninggal & 8 Luka
# Baca Juga :Bom Bunuh Diri Meledak di Mapolsek Astanaanyar Bandung, 1 Polisi Meninggal & 8 Luka
# Baca Juga :Darya Dugina Tewas Dibom, Rusia Tuduh Ukraina Bunuh Anak Sekutu Presiden Putin
# Baca Juga :Saat KTT G7 Digelar, Rusia Malah Bombardir Ukraina dengan Rudal Mematikan
Sedangkan, pelaku yang tewas di tempat diketahui bernama Agus Sujatno, seorang mantan napiter yang baru bebas 2021 lalu. Ia sebelumnya terlibat aksi bom Cicendo di Bandung dan ditahan pada 2017.
Dijaga Ketat
Polda Lampung memperketat pengamanan mengantisipasi kemungkinan adanya pelaku teror bom pascaledakan bom bunuh diri seperti di Polsek Astana Anyar.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan kewaspadaan di lingkungan Polda ditingkatkan.
“Terutama yang akan masuk ke fasilitas Polri tentunya harus dilakukan pemeriksaan dan dipertanyakan maksud dan tujuannya masuk ke fasilitas Polri. Hal ini tentunya sudah dilakukan sesuai yang telah diatur dalam standar operasional prosedur (SOP),” kata Pandra dalam keterangan tertulis, Kamis (8/12/2022) pagi.
Pandra menambahkan Kapolda Lampung juga mengingatkan selalu waspada dan mengintruksikan kepada jajaran untuk menjaga mako polri.
“Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga harus dapat menjaga kewaspadaan terhadap orang-orang yang berniat berbuat secara kriminal,” ucapnya.
Pandra mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi isu yang tidak benar terkait bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar.
“Apabila ada orang yang mencurigakan agar segera melapor ke kantor polisi terdekat,” katanya.
Selain itu, Polda Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pun memperketat penjagaan di semua kantor polisi bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Satake Bayu mengatakan penjagaan dilakukan ketat di pintu masuk kantor polisi level polsek, polres hingga polda.
“Iya jelas setidaknya itu menjadi warning juga bagi Polda, Polres maupun Polsek yang ada di penjagaan supaya lebih waspada untuk melakukan pemeriksaan kepada masyarakat yang akan datang ke Mako,” kata Satake saat dihubungi, Rabu (7/12).
Dia juga mengimbau kepada Polsek dan Polres di seluruh Bali agar selalu waspada dan meningkatkan pengawasan bagi masyarakat yang akan datang baik ke Polsek maupun ke Polres.
“Kita himbau kepada petugas yang ada di penjagaan Polsek maupun Polres agar lebih waspada dan meningkatkan pengawasan kepada masyarakat yang akan datang, terlebih mereka yang membawa barang bawaan, utamanya dilakukan pemeriksaan untuk pencegahan terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.









