BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Guna mendorong berbagai pihak agar berperan dalam meningkatkan minat baca masyarakat di Banua, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan ( Dispersip Kalsel) menggelar pelatihan bersama “Bunda Literasi Kalsel”.
Menghadirkan pemateri Bunda Literasi Kalsel, Fathul Jannah Muhidin, kegiatan ini diikuti Bunda Literasi kabupaten/kota, Kepala Dispersip 13 kabupaten/kota, Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten/kota, Duta Baca, dan para penggiat literasi.
# Baca Juga :Wow! Dispersip Kalsel Mendapat Respon Positif dari Depok, Jateng & Riau Gegara Workshop Ini
# Baca Juga :Dispersip Kalsel Bagi-bagi Hadiah ke Pemustaka, Tujuannya Agar Minat Baca Makin Meningkat
# Baca Juga :Dispersip Kalsel Dukung Pembentukan Perda Perpustakaan, Nurliani Susun 15 Program
# Baca Juga :Kepala Dispersip Kalsel ‘Turdes’ ke Gambut Hari Ini, Sebarkan Semangat Literasi ke Warga
Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie menyampaikan, peningkatan minat baca masyarakat perlu melibatkan semua pihak, guna memperkuat kualitas sumber daya manusia.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri, kolaborasi dengan semua pihak harus kita lakukan, baik Bunda Literasi, satuan kerja perangkat daerah lain, para Duta Baca, penggiat literasi, dan banyak lagi. Pada kegiatan inilah kita samakan misi untuk bergerak bersama,” kata Nurliani usai membuka kegiatan, Banjarmasin, Kamis (08/12/2022).
Sementara itu, Bunda Literasi Kalsel, Fathul Jannah Muhidin, menginginkan Bunda Literasi disetiap kabupaten/kota untuk bekerjasama dan merangkul berbagai organisasi, guna mempromosikan minat baca terhadap generasi penerus sejak dini, yang dimulai dari lingkup keluarga.
“Pada era digital saat ini peran orang tua untuk mendekatkan buku terhadap anak sangat diperlukan, guna menumbuhkan minat baca terhadap generasi mendatang. Jangan hanya dikenalkan gadget, namun juga buku,” beber Fathul.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalsel, Faried Fakhmansyah, yang juga memberikan materi dalam kegiatan ini mengaku siap bersinergi guna mencapai misi Kalsel Cerdas.
“Kita dapat berkolaborasi melalui pembangunan perpustakaan atau taman baca di desa-desa. Hal ini sejalan dengan program kita untuk mendorong desa yang berkualitas,” tutur Faried.
Hal senada diungkapkan pegiat literasi yang juga seorang dosen, yakni Ketua Dewan Kesenian Kota Banjarmasin, Hajriansyah yang menilai akses bahan bacaan berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pembaca menjadi hal yang harus dipenuhi.
“Saya kurang setuju kalau masyarakat kita dinilai memiliki minat baca yang rendah, karena saat ini akses membaca sudah sangat banyak dan mudah, hanya mungkin bacaan apa yang sesuai dengan kebutuhan yang harus disajikan,” jelas Hajriansyah.










