Salah satunya dengan mendorong pengelolaan sampah secara terpadu 3R dari mulai sumber awalnya, sehingga umur Tempat Pemrosesan Akhir juga akan semakin panjang.
“Pengelolaan sampah organik secara tuntas di tempat apabila digulirkan secara terpadu bisa menyelesaikan permasalahan sampah dari sumbernya, hingga pada akhirnya mampu mendukung tercapainya kondisi lingkungan yang sehat, bersih dan nyaman,” jelasnya.
BACA JUGA: Pusat Study ULM Buktikan Eco Enzyme Ampuh Atasi Serangan Virus Tungro pada Padi di Beruntung Baru
Kerja sama dan sinergi dari semua pihak, baik itu pemerintah daerah, dunia pendidikan, maupun perusahaan swasta seperti pelatihan itu merupakan bukti bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama.
“Harapannya ke depan, dengan banyaknya pihak yang mengimplementasikan pengelolaan sampah berbasis Eco Enzyme, maka sampah akan berkurang juga beban lingkungan, dan di lain sisi akan memberikan manfaat ekonomi bagi para pelaku aktifnya,” pungkasnya.
Adapun narasumber yang hadir adalah Dr Dian Masita Dewi dari Pusat Studi ULM, dr. Sri Hartati dari Labkesda Banjar serta Zuri Rahmah Dewi dari Rumah Belajar Eco Enzyme Banjarmasin.
Kalimantanlive.com/desy
Editor : elpian







