HEBOH! Ibu Jari Manusia Ditemukan dalam Sayur Lodeh di NTT, Polisi: Nyaris Dimakan Warga

BELU, KALIMANTANLIVE.COM – Ibu jari manusia ditemukan pada makanan atau sayur lodeh yang dibeli di warung makanan oleh warga Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Menurut Polisi di Kabupaten Belu, penemu potongan jari manusia di dalam sayur itu adalah dua orang warga Desa Manleten.

Penemuan jari manusia di dalam sayur lodeh di Kabupaten Belu itu juga telah terkonfirmasi berdasar pemeriksaan dokter.

# Baca Juga :Fortuner Ngebut Tabrak Penyapu Jalan hingga Terpental dan Tewas, Pengemudi Tak Sadarkan Diri

# Baca Juga :Saat Presiden AS Ikut KTT G20 di Bali, Rudal Hantam Polandia 2 Tewas, Joe Biden Kutuk Rusia

# Baca Juga :KRONOLOGI Dua Pengendara Motor di Tanahlaut Tewas, Tertabrak Pajero Usai Disenggol Mobil Lain

# Baca Juga :Tertunda Pascapekerja Tewas, Proyek Pengerjaan Jembatan Sulawesi II Banjarmasin Dilanjutkan

Mengerikannya lagi, jari manusia dalam sayur lodeh itu merupakan potongan ibu jari yang masih ada kukunya.

“Kita sudah tanya langsung ke dokter juga, dan sudah ada konfirmasi dari dokter bahwa itu benar potongan jari manusia masih ada kukunya,” kata Kepala Polres Belu, AKBP Yosep Krisbianto, saat dihubungi dari Kupang, Senin (12/12).

Temuan jari manusia dalam sayur lodeh ini pertama kali terungkap setelah dua orang warga Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur membeli makanan yang mereka pesan di warung.

Kepala Polsek Tasifeto Timur, Ipda Mahrim, membenarkan kejadian ini. Menurut dia, hal ini telah dilaporkan ke Polsek Tasifeto Timur oleh seorang warga bernama Petrus Watu (30), warga Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka.

Pada saat mengambil sayur untuk dimakan, Watu kaget karena melihat sepotong daging ujung jari kuku manusia, yang tercampur pada sayur itu.

Kepolisian Resor Belu, Polda NTT, lantas terjun menyelidiki penemuan jari manusia di dalam sayur lodeh yang dibeli dua orang warga tersebut.

“Kami sudah periksa beberapa saksi, termasuk pemilik warung yang menjual sayur lodeh tersebut,” kata Yosep.

Selain pemilik warung, kata dia, tim penyidik juga sudah memeriksa pemilik pabrik tahu. Namun hasilnya masih nihil karena tidak ada tahu asal muasal jari tersebut.

Tak hanya itu polisi juga sudah memeriksa beberapa karyawan yang bekerja di warung itu, tetapi tak ditemukan luka potong di jari masing-masing.

Ia mengatakan, tim penyidik dari Polres Belu akan terus berusaha untuk mengungkap siapa pemilik jari manusia yang ditemukan dalam sayur lodeh di NTT tersebut

Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/cnnindonesia.com