KALIMANTANLIVE.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Indonesia hari ini, Rabu (14/12/2022).
Menurut BMKG di laman resminya bmkg.go.id, ada 30 wilayah di Indonesia bakal diterpa cuaca ekstrem, dari hujan lebat, petir/kilat yang disertai angin kencang.
# Baca Juga :PERINGATAN Dini Cuaca Hari Ini Selasa 13 Desember, BMKG: Hujan Petir di Banjarmasin & Banjarbaru
# Baca Juga :Prakiraan Cuaca Hari Ini Sabtu 10 Desember 2022, BMKG: Banjarmasin & Palangkaraya Berawan
# Baca Juga :PERINGATAN Dini Cuaca Jumat, 9 Desember 2022, BMKG: 25 Wilayah Cuaca Ekstrem, Kalsel Cerah
# Baca Juga :Peringatan Dini Cuaca 8 Desember 2022: 29, BMKG: Cuaca Bersahabat di Wilayah Kalimantan Selatan
BMKG juga merilis peringatan dini cuaca di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) sebagai berikut: “Waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang antara siang dan sore hari di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong, Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru, serta pada malam hari di wilayah Kota/Kabupaten Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru, dan sekitarnya”.
Sementara itu untuk kota utama di Kalsel seperti Banjarmasin dan Banjarbaru, BMKG menyebut untuk cuaca pagi ini cuma berawan, siang hujan ringan turun, namun pada malam hari cuaca makin ekstrem yaitu turun hujan disertai petir, pada dini hari cuaca kembali bersahabat dengan mucul awan.
Sedang untuk suhu udara di Banjarmasin dan Banjarbaru, BMKG menulis berkisar 24 – 32 derajat celsius, dengan kelembapan antara 65 – 95 persen.
Untuk 30 wilayah di Indonesia seperti laporan BMKG, bakal mengalami cuaca ekstrem berupa hujan lebat, kilat dan angin kencang di 30 wilayah.
Potensi ini bisa terjadi usai BMKG melakukan pemantauan terhadap bibit siklon tropis 98 S di Samudera Hindia barat daya Lampung.
Bibit siklon tersebut membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi).
Sementara sirkulasi siklonik juga terpantau di Selat Malaka sebelah timur Riau, dan di Selat Makassar bagian utara yang membentuk daerah konvergensi yang memanjang.
Untuk diketahui kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan ketinggian gelombang laut di sekitar daerah tekanan rendah dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.
Tak hanya di wilayah itu saja daerah lain seperti Samudera Hindia sebelah barat Bengkulu, di Jawa Timur, di Kalimantan Utara, di Maluku, di Papua Barat, dan di Papua juga terpantau adanya perpanjangan sirkulasi siklonik.










