BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman Banjarmasin melaksanakan simulasi survei akreditasi dengan mendatangkan tim surveyor dari pusat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Roy Rizali Anwar, Direktur RSGM Gusti Hasan Aman, Teguh Hadianto serta jajaran pejabat lingkup RSGM Gusti Hasan Aman.
Dalam sambutannya, Roy menyampaikan keinginan besar Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, yaitu suatu saat nanti RSGM Gusti Hasan Aman milik Pemerintah Provinsi Kalsel ini akan mampu menjadi RSGM yang maju dan terdepan.
# Baca Juga :Terkumpul Rp723 Juta Lebih, Pemprov Kalsel Serahkan Bantuan Korban Bencana Cianjur
# Baca Juga :LAPOR! Susur Sungai, Semangat Pemprov Kalsel Wujudkan Pelayanan Publik Warga di Pinggir Sungai
# Baca Juga :Pemprov Kalsel Raih SAKIP Predikat A, Satu-Satunya Provinsi di Luar Jawa
# Baca Juga :BAZNAS Gelontorkan Rp 2,3 Miliar untuk Umat, Pemprov Kalsel Minta Masyarakat Rajin Berzakat
“RSGM Gusti Hasan Aman yang terletak di Banjarmasin ini, posisinya sangat mudah diakses dari berbagai wilayah di Kalsel. Bahkan, rumah sakit ini juga mudah diakses oleh masyarakat dari provinsi tetangga, seperti Kalimantan Tengah maupun sebagian Kalimantan Timur,” kata Roy, Banjarmasin, Rabu (14/12/2022).
Oleh karena itu, menurut Roy sudah selayaknya akreditasi rumah sakit ini dapat ditingkatkan. Semua jenis pelayanan kesehatan gigi dan mulut diharapkan bisa dilayani di rumah sakit ini, sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh berobat keluar dari Kalsel, mereka cukup datang ke RSGM Gusti Hasan Aman dan sudah mendapatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang memuaskan.
“Tentu untuk mencapai kesempurnaan pelayanan itu perlu waktu, perlu peningkatan SDM, perlu peningkatan fasilitas kesehatan dan manajemen RSGM yang lebih unggul. Dengan keseriusan, kerja keras, cepat menanggapi rekomendasi dari surveyor, maka akreditasi yang diharapkan Insyaallah akan tercapai,” ucap Roy.
Roy pun berharap RSGM Gusti Hasan Aman memperoleh tingkat kelulusan akreditasi yang baik. Dia berpesan kepada semua staf RSGM Gusti Hasan Aman, mulai dari pimpinan puncak sampai staf lapis terbawah harus memiliki semangat yang sama dalam mewujudkannya.
“Kita harus memiliki pemahaman yang sama mengenai alasan dilaksanakannya akreditasi ini, jangan sampai ada yang beranggapan bahwa akreditasi ini hanya akan menjadi beban pekerjaan karena harus bekerja sesuai standar-standar akreditasi. Karena sejatinya, standar-standar yang dijadikan komponen penilaian dalam survei akreditasi ini adalah untuk dipenuhi dan diimplementasikan dalam jangka panjang, bukan hanya pada saat survei akreditasi dilaksanakan,” tambah Roy.










