KALIMANTANLIVE.COM – Pemuda dari Jubail, Arab Saudi ini tak sengaja membuat gempar Uni Emirat Arab (UEA).
Bagaimana tidak gempar, pemuda ini menemukan bangunan gereja kuno yang sempat terkubur pada 1986 silam di Umm Al-Quwain, Pulau Siniyah, UEA.
Tak tanggung-tanggung, gereja itu diperkirakan berdiri di masa yang sama dengan era Nabi Muhammad SAW.
# Baca Juga :Mesir Berlakukan Larangan Bekerja dan Masuk Kampus bagi Pegawai Publik dan Mahasiswa yang Belum Vaksinasi
# Baca Juga :FAKTA Mengejutkan AS Roma Juara Conference League: dari Mourinho Ukir Sejarah hingga Zaniolo Cetak Rekor
# Baca Juga :HEBOH Penemuan Makam Upin dan Ipin, Rumah Produksi Akhirnya Ungkap Asal Usul Tokoh Animasi Malaysia Itu
# Baca Juga :Kemenangan Bersejarah Lawan Kuwait Sejak 1980, STY: Bukti Sepak Bola Indonesia Berkembang
Pemuda itu secara kebetulan menemukan sisa-sisa peradaban gereja, setelah mobil yang dikendarai terjebak di bukit pasir tersebut.
Dalam jurnal “Arabian Archaeology and Epigraphy” yang terbit pada 1994 diceritakan bahwa pemuda itu awalnya memberitahukan kepada pihak berwenang keberadaan benda seperti tembok yang terkubur di pasir.
Setelah penggalian dilakukan, tembok itu ternyata merupakan halaman terbuka berdinding yang memiliki panjang 20 meter, dengan pintu masuk yang mengarah ke tiga ruangan.
Ruang tengah yang berada di ujung timur bangunan, diidentifikasi sebagai tempat suci, tempat altar berdiri.
Ruangan sebelah utara merupakan tempat ditaruhnya roti dan anggur diperkirakan untuk ritual Ekaristi Kristen. Sementara ruang sebelah selatan adalah sakristi, tempat menyimpan bejana suci dan jubah pendeta.
Semua dinding gereja itu dilapisi plester gipsum yang di dalamnya terpampang jelas empat buah salib masing-masing setinggi sekitar 30 sentimeter.
Beberapa kolom batu di gereja itu masih tetap utuh, begitu pula sepasang jalur plester dekoratif yang masih menampilkan pola bunga yang terhubung dengan motif sulur.
Berdiri di Abad ke-4 Masehi
Gereja ini ternyata bukan sembarang gereja. Para arkeolog menemukan bahwa gereja ini sudah ada bahkan 300 tahun sebelum Islam berkembang pesat yakni pada abad ke-4 masehi. Itu merupakan salah satu gereja Kristen tertua di dunia.
Gereja ini bahkan sudah ada berdekatan dengan zaman Nabi Muhammad. Selang 36 tahun sejak penemuan pertama, puing-puing lain ditemukan tak jauh dari pantai Umm Al Quwain di UEA.
Melalui penggunaan tembikar dan penanggalan karbon dari sisa-sia kehidupan yang ditemukan sebelumnya, gereja itu diperkirakan berdiri antara tahun 534 dan 656 masehi.
Periode itu adalah masa hidup Nabi Muhammad yang lahir sekitar tahun 570 dan meninggal pada 632 masehi.
Para arkeolog meyakini situs itu ditinggalkan pada abad ke-8 akibat konflik internal Islam, alih-alih karena perselisihan dua agama.







