Diperlukan waktu berjam-jam untuk sampai ke lokasi, karena perjalanan melintasi areal pegunungan kapur yang terjal, curam. Selain melintasi hutan serta aliran sungai yang berlumpur.
“Di lokasi dipasang policeline dan spanduk imbauan,” ujarnya.
Langkah itu, karena menurut informasi ada beberapa dari warga yang memanfaatkan serpihan bangkai pesawat. Mengambil besi dan kuningan dari bangkai pesawat untuk diolah pisau atau parang.
Sambung Hendrie, pada dasarnya keberadaan bangkai pesawat sudah banyak diketahui warga. Pertama kali ditemukan pada tahun 1980.
Kembali ramai diperbincangkan, setelah postingan warga bersamaan saat melakukan pengukuran tapal batas desa antara Bungkukan dan Magalau Hulu.
“Keterangan dari beberapa tokoh masyarakat Kelumpang Barat perkiraan jatuhnya pesawat tahun 1948 jenis pesawat dari negara USA, yang mana ada salah satu pilot pesawat yang selamat dan dibawa ke Kotabaru,” lanjutnya.
“Pada tahun 1998 keberadaan bangkai pesawat pernah masuk dalam berita TVRI dan RRI Kalimantan Selatan,” pungkasnya.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/BanjarmasinPost.co.id







