Sukseskan Revolusi Hijau, Dishut Kalsel Bahas Capaian Kinerja Hingga Akhir 2022

BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Dinas Kehutanan (Dishut) membahas capaian kegiatan dan kinerja yang sudah dilakukan di akhir Tahun 2022.

Kepala Dishut Provinsi Kalsel, Fathimatuzzahra mengatakan, bahwa pencapaian kegiatan di akhir tahun 2022 merupakan upaya pengukuran target kesuksesan kegiatan kehutanan yang sudah dilaksanakan.

# Baca Juga :Pengamanan Nataru di Kalsel, Pemprov Bangun Pos dan Pengguna Diminta Waspada Musim Hujan

# Baca Juga :Pemprov dan DPRD Golkan Perda Pasantren, Gubernur Kalsel: Supaya Punya Landasan hukum

# Baca Juga :Pemprov Kalsel Ingin RSGM Gusti Hasan Aman Makin Terdepan, Roy: Akreditasi Jangan Jadi Beban

# Baca Juga :Terkumpul Rp723 Juta Lebih, Pemprov Kalsel Serahkan Bantuan Korban Bencana Cianjur

“Jadi kegiatan kehutanan yang sudah dilaksanakan hingga akhir tahun perlu dibahas dari capaian yang sudah berjalan dalam menyukseskan pembangunan kehutanan, terutama program revolusi hijau,” kata Fathimatuzzahra, Banjarbaru, Senin (19/12/2022).

Fathimatuzzahra berpesan, kepada rimbawan Dishut Kalsel agar selalu semangat dalam kegiatan penanaman bersama yang rutin dilaksanakan setiap minggunya.

“Maka dari itu, kegiatan penanaman bersama yang sering dilakukan sebagai contoh agar masyarakat dapat bergerak bersama dalam membangun dan menjaga lingkungan, khususnya hutan di Kalsel,” ungkap Fathimatuzzahra.

Sementara itu, Kepala Seksi Perencanaan dan Pemanfaatan Tata Hutan ( PPTH), Ahmad Jazuli menyampaikan, hasil capaian kegiatannya di tahun ini mengenai anggaran di dokumen pelaksanaan anggaran dan rencana pengelolaan (indikator kinerja).

“Maka dari itu, dari seksi kami ada dua kegiatan yang pertama mengenai anggaran pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) antara seksi PPTH dan seksi Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Dishut Kalsel capaiannya sebesar 81,7 persen, sementara untuk yang murni dari kegiatan seksi PPTH sendiri capaiannya sebesar 86,4 persen dan mengenai indikator kinerja, dari 10 yang direncanakan sementara ini hanya Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam yang belum menyelesaikan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) nya,” kata Jazuli.

Jazuli berharap, dari pembahasan dari capaian kinerja dapat meningkatkan kualitas pembangunan kehutanan di Kalsel dengan cara pengukuran capaian target kegiatan dan mengidentifikasi permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan.

“Sehingga solusi, kritik dan saran sebagai masukan dalam pembangunan kehutanan di Kalsel,” tutur Jazuli.(*/kalimantanlive.com)

editor : NMD
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id