Tanahlaut Sempat Kebanjiran
Hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Tanahlaut mengakibatkan sejumlah tempat kebanjiran.
Hal itu setidaknya terjadi di ruas jalan poros Desa Atuatu, Kecamatan Pelaihari, yang sekaligus jalur utama menuju Kecamatan Bajuin.
“Pagi tadi memang sempat kebanjiran setelah jembatan, tapi tak lama,” papar Kepala Desa Atuatu Sayed Muhammad Rabani.
Ia mengatakan lokasi tersebut memang selalu tergenang ketika terjadi intensitas curah hujan tinggi. Namun hanya berlangsung sekitar dua jam dan selanjutnya normal kembali seperti semula.
“Tengah hari sudah normal kembali kondisinya. Wilayah desa saya aman-aman saja,” tandasnya.
Rahmat, warga Pelaihari, menuturkan pagi tadi sempat menapaki genangan di jalan poros Desa Atuatu tersebut.
“Sekitar 50 meter panjang genangannya, tapi masih aman saja dilewati kendaraan,” tuturnya.
Sekitar tiga jam berselang ketika dirinya balik kanan ke Pelaihari lagi, paparnya, badan jalan poros tersebut telah kering.
Sementara itu jalan di perbatasan Durianbungkuk, Kecamatan Batuampar, juga sempat kebanjiran sepanjang 25 meter. Lalu lintas juga sempat tersendat.
“Namun genangan berangsur turun,” ucap Camat Batuampar Yudi Restanto.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tala H Sahrudin menuturkan tempat-tempat langganan banjir di wilayah Kecamatan Jorong dan Kintap saat ini masih aman.
Bagaimana dengan kawasan pesisir? “Gelombang di kawasan pesisir memang membesar tapi masih aman terpantau. Saran kami agar warga membatasi kegiatan di pantai dan bantaran sungai,” tandasnya.
Camat Jorong H Zainal Abidin ketika dihubungi menegaskan sejauh ini di wilayahnya masih aman. “Sejauh ini tidak ada banjir. Mudah-mudahan jangan banjir,” ucapnya.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/banjarmasinpost.co.id







