Alasan PLN Terapkan Smart Meter, untuk Akurasi Tagihan Listrik

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Guna meningkatkan akurasi layanan kelistrikan bagi pelanggan, PT PLN (Persero) akan mengimplementasikan smart meter melalui layanan Advanced Metering Infrastructure (AMI).

Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan akurasi tagihan listrik pada pencatatan meter dalam setiap transaksi energi listrik.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan langkah ini merupakan bagian dari terobosan Smart Grid, AMI bakal melengkapi digitalisasi pelayanan PLN pada sisi pelanggan.

# Baca Juga :Konversi Elpiji 3 Kg ke Kompor Listrik Diuji Coba, PLN Klaim Biaya Lebih Hemat 15 Persen

# Baca Juga :VIRAL Viral Pasha Ungu Protes Akibat Jalan Depan Rumahnya Terkena Lumpur Galian PLN

# Baca Juga :Puluhan Juta Data Pelanggan Indihome dan PLN Diduga Bocor, Pemerintah Lakukan Ini

# Baca Juga :TERUNGKAP Alasan PLN Stop Program Kompor Listrik

Darmawan mengatakan, implementasi Smart Meter ini dilakukan dengan mengembangkan layanan Advanced Metering Infrastructure (AMI) guna meningkatkan akurasi tagihan listrik pada pencatatan meter dalam setiap transaksi energi listrik.

“AMI bakal melengkapi digitalisasi pelayanan PLN pada sisi pelanggan. Ini dilakukan sebagai langkah mendorong transformasi secara digital mulai dari sisi pembangkitan, transmisi, hingga distribusi,” kata Darmawan dalam siaran pers, Minggu (25/12/2022).

Darmawan mengatakan, implementasi smart meter juga sudah dipersiapkan dalam dua setengah tahun terakhir, sebagai bagian dari Inovasi, Transformasi dan Efisiensi berbasis digital terkait dengan kelistrikan.

“Jadi selama 2,5 tahun terakhir, PLN telah bekerja keras untuk mengimplementasikan smart meter dalam rangka transformasi sebagai pilar penting Smart Grid,” lanjut Darmawan.

Smart Grid adalah jaringan listrik yang terkoneksi secara digital, sehingga memungkinkan konsumen mengatur dan mengelola kebutuhan listrik. Namun, ini bisa dicapai jika mengimplementasikan penggunaan Smart Meter.

Sementara itu, Smart Meter merupakan perangkat elektronik yang memiliki kemampuan untuk melacak dan mencatat penggunaan listrik yang terhubung di rumah pelanggan. Dengan menggunakan smart meter, pencatatan konsumsi listrik secara otomatis dan kemudian mengirimkan data tersebut ke perseroan.

Untuk mendorong kesuksesan program ini, Darmawan mengungkapakan, pihaknya melakukan studi bersama, mulai dari tingkat universitas, industri, hingga manufaktur sebelum mengimplementasikan smart meter ini.

“Kami juga membangun kerja sama dengan kementerian, dengan pemerintah daerah, dan asosiasi. Ini juga menjadi salah satu wujud konkret transformasi perusahaan yang kami lakukan. Kami melakukan terobosan melalui Smart Grid sehingga untuk memberikan pasokan yang lebih baik kepada seluruh pelanggan,” tegasnya.

Untuk mendorong suksesnya implementasi Smart Meter, PLN menjalin kerja sama dengan State Grid Corporate of China (SGCC), melalui Pengadaan Managed Services (Sewa Beli) Advance Metering Infrastructure (AMI).