Setelah jadi, maka dokumen tersebut dikirim via e-mail (surat elektronik) oleh Disdukcapil ke Desa atau Kelurahan.
Desa menerima dokumen dalam bentuk portable document format (PDF).
“Dan PDF ini berbasis weblink, produksi anak bangsa, termasuk orang Disdukcapil sendiri,” kata Gento.
BACA JUGA :
HBN ke 74 di Tanah Bumbu, Bupati Zairullah : Seluruh Warga Harus Punya Kemampuan Bela Negara
Sebelum ada inovasi Detak Detik, dalam rangka meningkatkan pelayanan, kepada masyarakat, Disdukcapil ada membuat program yang dinamakan Sikadal ( Sisir Kawasan Pedalaman ).
Namun program ini tidak berhasil, meski mereka sudah melakukan jemput bola.
“Kami dari door to door , kami ngamen dari desa ke desa, dari kecamatan dan sampai daerah perbatasan. Namun hasilnya tidak maksimal, sehingga munculah program Detak Detik,” demikian Gento.
Kalimantanlive.com/Desy
Editor : elpian










