KOTABARU, Kalimantanlive.com – Banjir rob tertinggi yang terjadi Jum’at (23/12/2022) sore hingga Sabtu (24/12/2022) sore di Kotabaru, menyebabkan petani di Desa Pantai Kecamatan Kelumpang Selatan menderita kerugian jutaan rupiah akibat rusaknya tambak mereka.
Banjir rob air laut yang terjadi menyebabkan beberapa tanggul penahan tambak petani jebol, sehingga ikan, udang dan kepiting di dalamnya menghilang terbawa air.
Kejadian dialami M Amir, petani tambak ikan bandeng dan udang tiger yang mengalami di Desa Pantai Kecamatan Kelumpang Selatan kabupaten Kotabaru, Selasa (27/12/2022).
BACA JUGA :
Bupati H Sayed Jafar Alaydrus Sambut Positif Rapat Kerja Tahunan Bank Kalsel di Kotabaru
“Kerugian yang kami alami disebabkan tanggul tambak saya jebol akibat arus balik rob atau luapan air laut yang lumayan tinggi,” kata Amir
Dia mengatakan, air laut mulai masuk ke tambak melalui pintu pembuangan air. Derasnya arus balik saat air mulai surut, membuat pintu pembuangan tambak tak mampu lagi menahan derasnya air, sehingga tepat pukul 19.00 Wita jalan pembuangan air selebar 8 meter pun jebol.
“Sebanyak 12 hektare pintu tambak kami jebol dan baru kali ini rob yang setinggi ini, ya ini benar-benar tinggi robnya, biasanya tidak sampai segitu tingginya,” jelas Amir, sembari menunjukan kondisi tanggul usai terendam.
Jebolnya tanggul di tambak, lanjut dia, membuat ikan dan udang yang ada di dalamnya termasuk benih bandeng siap panen hanyut ke laut dan tidak terselamatkan.
“Hanya sekitar 3 kwintal saja yang dapat dipanen dari sekitar 3 ton panen normal,” ujarnya.










