Politisi Partai Demokrat ini menyatakan, untuk melaksanakan penerbangan langsung ke Jeddah, tinggal tinggal dikomunikasikan lagi dengan Association of The Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA), travel maupun pengelola umrah.
“Kalau nanti bisa dibuka penerbangan langsung, maka tinggal bagaimana peminat atau masyarakat yang hendak berangkat ke tanah suci,” ucap Abidinsyah.
BACA JUGA:
Sekretariat DPRD Kalsel Menunggu Fasilitasi dari Kemendagri Usai Naik Ke Tipe B
Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel menambahkan, usulan itu seharusnya bisa segera direalisasikan, mengingat peminat umrah dan haji di Kalsel cukup tinggi.
“Tingginya peminat umrah dan haji memungkinkan penerbangan langsung ke Jeddah bisa dilakukan dua kali dalam sebulan,” jelasnya.
Kata Abidinsyah mengakui, penipuan travel umroh dan haji dikarenakan masyarakat mencari travel mana yang bisa memberangkatkan umroh di luar daerah.
“Lebih bagus jika jemaah umrah asal Kalsel ini dilayani travel umrah lokal atau di Banjarmasin, sehingga akan berdampak pada perekonomian daerah,” ujarnya.
Secara terpisah, Ketua Association of The Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Kalsel Hj Dewi Restina mengatakan sangat mendukung usulan Komisi III DPRD Kalsel agar dibuka penerbangan langsung dari Bandara Syamsudin Noor ke Bandara King Abdul Aziz Jeddah Arab Saudi.
“Kita sangat mendukung usulan itu, dan hal itu sudah sejak lama di nantikan,” katanya kepada Kalimantanlive.com, ketika dihubungi via handphone, Rabu (4/1/2023).







