Terkait motivasinya maju pada Pilkades Desa Belandean, Elly menuturkan samata-mata karena keinginan untuk memajukan daerah tempat kelahirannya itu, agar bisa bersaing dengan desa-desa lainnya yang lebih maju dan mandiri di Kabupaten Batola.
Alumni SMA PGRI 6 Banjarmasin, menceritakan sempat tak percaya bisa jadi terpilih sebagai Kades wanita pertama di kampung Desa Belandaen, lantaran pesaingnya di Pilkades lalu, merupakan calon Petahana.
BACA JUGA:
Mudahkan Jemaah Umrah, DPRD Kalsel Usulkan Buka Rute Penerbangan Langsung ke Jeddah Arab Saudi
Namun, meskipun selama ini semua pejabat kepala desa di Belandaen semuanya didominasi kaum laki-laki, Elly mengaku tetap optimistis maju bersaing pada pemilihan kades serentak 2021.
“Patokan saya, Bupati Batola Hj Noormiliyani seorang wanita, Megawati Presiden RI juga wanita, makanya saya berani maju pada Pilkades 2021 walaupun menghadapi calon petahana,” ujarnya.

Prosesi pemilihan Kades Belandean, kata Elly, berlangsung cukup ketat. Saat perhitungan suara di TPS 1, calon petahana sempa unggul ratusan suara atas dirinya.
Tetapi , saat perhitungan suara di TPS 2 Desa Belandean, perolehan suara Elly Rahmah jauh meninggalkan calon petahana, dengan keunggulan hampir 200 suara.
“Tak menyangka, calon petahana unggul ratusan suara di TPS 1, tetapi di TPS 2 perolehan suara saya jauh melampui calon petahana hingga 200 lebih. Selain dari warga dan kelompok pengajian, kemenagan ini juga berkat dukungan suami,” tuturnya.







