Minta Tunda Migrasi TV Analog ke Digital, DPRD Kalsel: Daerah Terpencil Butuh Hiburan

BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Migrasi tv analog ke digital secara total di Kalimantan Selatan rencananya akan dilakukan 10 Januari 2023 lalu, namun batal karena banyak keberatan dari masyarakat.

Bahkan Komisi I Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Kalsel yang juga membidangi media massa/komunikasi menginginkan penundaan migrasi tv analog ke digital secara total.

Sekretaris Komisi I H Suripno Sumas mengemukakan itu melalui telepon seluler menjawab Antara Kalsel, Rabu sehubungan rencana pemerintah tidak lagi ada tayangan televisi dengan sistem analog terhitung mulai 11 Januari 2023.

# Baca Juga :JELANG Malaysia Open 2023: Indonesia Turunkan Pasukan Terbaik, Live Streaming iNewsTV & RCTI

# Baca Juga :Siaran Langsung Final Piala Dunia 2022 Argentina vs Prancis di SCTV dan Indosiar, Messi vs Mbappe

# Baca Juga :DLH Kota Banjarmasin Pasangan CCTV di Eks TPS Kuripan Potensi Sampah Berkurang

# Baca Juga :Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2022 Maroko vs Portugal di SCTV, Link Live Streaming Vidio.com

“Pasalnya kalau tayangan televisi dengan sistem analog dihentikan, bagaimana mereka yang tidak mempunyai alat tangkap tayangan sistem digital seperti di daerah terpencil/hulu sungai Kalsel,” ujarnya.

“Padahal mereka yang tinggal di pedalaman/daerah terpencil juga butuh hiburan dan informasi melalui televisi,” lanjut alumnus Universitas Lambung Mangkurat (ULM d/h Unlam) Banjarmasin itu.

Anggota DPRD Kalsel dua periode itu menyarankan, sebaiknya pemerintah menuntaskan pembagian secara gratis alat untuk bisa menangkap tayangan tv dengan sistem digital.

Selain itu, TV-TV swasta nasional agar merealisasi pemenuhan alat tangkap tayangan televisi dengan sistem digital, ujar mantan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalsel tersebut.

“Memang bagi mereka yang tinggal di kota dan punya duit, penghentian secara total tayangan televisi dengan sistem analog tidak terlalu masalah, karena ada orang jual alat tangkap tayangan digital,” lanjutnya.

“Tetapi mereka yang tinggal di pedalaman/daerah terpencil serta tak punya duit untuk beli alat tangkap tayangan digital, apa jadinya. Sedangkan kita juga perlu pemerataan informasi,” demikian Suripno Sumas.

Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/antara