Jalur migrasi manusia purba
Dilansir dari Science Alert, pada 1 September 2021, sebuah studi mengungkapkan, migrasi manusia purba ke Arab selama 400.000 tahun terakhir.
Fenomena ini diselidiki para ilmuwan untuk melihat bagaimana dan apa penyebab manusia purba tersebut bermigrasi ke jazirah Arab.
Seorang arkeolog dari Max Planck Institute fro the Science of Human History di Jerman, Huw Groucutt menemukan adanya perubahan iklim yang memengaruhi spesies manusia di era sebelumnya.
Menurut dia, migrasi ini didorong oleh jenis pergeseran iklim yang sama, yakni peningkatan curah hujan di Jazirah Arab yang menghubungkan Afrika dan Eurasia.
Perubahan itu tampaknya menjadi alasan setidaknya lima fase perpindahan manusia, ketika hominid mulai melakukan perjalanan ke luar Afrika.
Penemuan alat batu dan fosil hewan
Dalam penggalian di situs yang dulunya merupakan danau purba di Gurun Nefud, daerah Arab Saudi bagian utara, para arkeolog menemukan koleksi alat-alat batu dan fosil hewan.
Setelah diberi tanggal, mereka mengungkapkan pola migrasi sebelumnya selama ratusan ribu tahun.
“Arab telah lama dipandang sebagai tempat kosong di masa lalu,”ujar Groucutt.
“Pekerjaan kami menunjukkan bahwa kita masih tahu sedikit tentang evolusi manusia di wilayah yang luas di dunia dan menyoroti fakta bahwa masih banyak kejutan di luar sana,” lanjut dia.
Beberapa artefak yang ditemukan mengungkap pendudukan hominin tertua di Arab.
Migrasi sendiri dapat dibagi menjadi dua kelompok.
Kelompok pertama adalah mereka yang hidup dengan teknologi Acheulean sebelumnya (seperti kapak tangan sederhana).
Kemudian, kelompok kedua adalah mereka yang hidup dengan teknologi Paleolitik Tengah kemudian (kapak dan parang yang lebih maju).







