DKP Kalsel Ingin Pemkab dan Pemko Siapkan Dana Talangan Beli Gabah Langsung ke Petani

BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (DKP Kalsel) tegaskan agar pemerintah kabupaten/kota siapkan dana talangan pembelian gabah langsung kepada petani dan bekerja sama dengan daerah penghasil beras.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman mengatakan, terjadinya inflasi terlebih terkait inflasi beras dikarenakan pola tanam yang sedikit, karena tidak boleh membakar lahan, sedangkan petani dengan membakar bisa menghemat biaya dan membasmi hama.

# Baca Juga :Pemprov Kalsel Lanjutkan Pengerjaan Jalan Banjarbaru-Batulicin dan Menuju Datu Kalampayan

# Baca Juga :Dinkes Kalsel Sukses Turunkan Kasus DBD di Kalsel, Bagini Caranya

# Baca Juga :Wacana Transportasi Kereta Api Mencuat Lagi di Kalsel, Kemenhub Bakal Fasilitasi

# Baca Juga :Kalsel Berpotensi Hujan Kilat dan Angin, BMKG: Cuaca Ekstrem di 20 Wilayah Jumat 13 Januari 2023

“Jadi hama yang menyerang tanaman kalau dibakar itu mati, dan menghemat biaya,” katanya, Kamis (12/1/2023).

Untuk itu, pemerintah daerah kabupaten/kota agar menyiapkan dana talangan pembelian gabah, yang nantinya dana pembelian gabah disimpan dan dapat untuk mensubsidi dan membantu petani.

“Jangan biarkan petani sudah menderita tapi tidak ada bantuan. Ini sudah ada dikerjakan polanya oleh Kabupaten Tanah Laut dan Tabalong. Saya berharap pemerintah yang lain melakukan seperti itu,” ucapnya.

Disamping itu, Syamsir menambahkan, saat ini ada lima kabupaten/kota yang wilayahnya tinggi penggunaan, namun minim akan produksi, seperti Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kotabaru, Tanah Bumbu dan Balangan.

“Untuk itu, jika sudah tahu saat ini minus, pemda maupun pemkabnya bisa bekerja sama dengan daerah atau wilayah tetangga seperti Banjarmasin bekerja sama dengan Barito Kuala,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ia juga menyampaikan penolakannya terhadap Bulog yang berencana akan mendatangkan beras impor dari Thailand di Kalsel.

“Intinya saya tidak setuju ada beras impor masuk, sama dengan membunuh petani kita. Sudah menderita, berasnya malah tidak laku,” pungkas Syamsir.(*/kalimantanlive.com)

editor : NMD
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id