BLITAR, KALIMANTANLIVE.COM – Polisi akhirnya menangkapan kawanan perampok di rumah dinas Wali Kota Blitar, yang terjadi pada Selasa (12/12/2022) lalu. Pelaku berjumlah 3 orang dari 5 orang yang merampok serta mengikat Wali Kota Blitar Santoso di rumah dinasnya itu.
Dari tiga pelaku yang ditangkap, polisi mengatakan seorang yang berinisial NT (52) adalah otak aksi perampokan di rumah dinas Wali Kota Blitar Santoso tersebut.
Kapolda Jawa Timur Irjen Toni Hermanto mengungkapkan, NT ditangkap di salah satu penginapan di Kota Bandung, Jawa Barat.
# Baca Juga :Saat Kacab Money Changer di Kalbar Bikin Rekayasa Perampokan Kantornya, Ternyata Dia Pelakunya
# Baca Juga :VIRAL Video Pengendara Motor Hadang Mobil di Jakarta Barat, Polisi: Bukan Perampokan Tapi Soal Foto-foto
# Baca Juga :Ketahuan Pakai Airsoft Gun Pelaku Perampokan Langsung Dikeroyok Sekuriti dan Karyawan Bank BJB Jaksel
# Baca Juga :Napi Kabur dari Lapas di Ketapang Berhasil Dibekuk, Polres Ketapang Juga Ungkap Kasus Perampokan yang Viral
Dari tangan NT, polisi menyita tiga senjata api yang diduga digunakan untuk aksi perampokan.
Toni menjelaskan, NT sebagai otak perampokan, berperan menyediakan satu unit mobil Innova warna hitam yang dipakai dalam aksi itu.
Dia juga yang merancang skenario dengan menggunakan pelat merah.
“Termasuk yang menyiapkan pelat nomor warna merah,” kata Toni, Kamis (12/1/2023).
Dari tiga pelaku perampokan yang telah ditangkap, NT diketahui mendapat pembagian uang paling besar.
“Dari Rp 730 juta uang hasil perampokan, NT mendapat bagian Rp 140 juta,” kata Kapolda.
Tak hanya NT, polisi juga membekuk tersangka AJ (57) di Jombang, Jawa Timur dan tersangka AS (52) di Medan.
AJ mendapatkan bagian Rp 100 juta. Sedangkan AS mendapatkan Rp 125 juta dan perhiasan.
Toni mengatakan, dua pelaku lainnya masih berstatus buronan.
Pelaku lihai melarikan diri
Perampokan dan penyekapan di rumah dinas Wali Kota Blitar terjadi sekitar sebulan lalu, atau pada Senin (12/12/2023).
Saat itu perampok menyekap lima orang termasuk Wali Kota Blitar dan istrinya.
Kapolda Jatim mengaku, para pelaku ditangkap dalam waktu relatif lama setelah kejadiajn.
Penyebabnya, lantaran mereka lihai dalam melarikan diri.
“Ketiga pelaku ini ditangkap berdasarkan scientific investigation crime,” katanya.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/ant/berbagai sumber







