JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Seiring datangnya fenomena fase bulan baru, sejumlah wilayah pesisir di Indonesia terancam terandam banjir rob.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat agar waspada banjir pesisir (rob) yang berpotensi terjadi.
# Baca Juga :WASPADA! BMKG Prediksi Banjir Rob Terjadi di 21 Wilayah Pesisir Indonesia, Kalteng Masuk, Kalsel?
# Baca Juga :Tambak Jebol Akibat Banjir Rob, Petani di Desa Pantai Kelumpang Selatan Kotabaru Rugi Ratusan Juta
# Baca Juga :Banjir Rob Landa Kotabaru, BPBD Minta Warga Waspada, Hari Ini Puncak Ketinggian Air
# Baca Juga :Waspada Banjir Rob di 20 Wilayah Pesisir di Indonesia, BMKG: di Kalteng Terjadi 24 – 29 Desember 2022
“Adanya fenomena super new moon atau fase bulan baru yang bersamaan dengan perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) pada 21 Januari 2023 berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum,” kata Kepala Pusat Meteorologi Maritim Eko Prasetyo dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (17/1/2023).
Eko mengemukakan, berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir rob berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia, diantaranya pesisir Aceh, pesisir Sumatera Utara, pesisir Sumatera Barat, pesisir Lampung, pesisir Kep. Riau, pesisir Bangka Belitung, pesisir utara DKI Jakarta.
Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah, pesisir Jawa Timur, pesisir Bali, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Kalimantan Barat, pesisir Kalimantan Tengah, pesisir Maluku Utara, pesisir Maluku, pesisir utara Papua, dan pesisir Papua Selatan.
“Potensi banjir rob ini berbeda waktu hari dan jam di tiap wilayah, secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir,” kata Eko Prasetyo.
Ia menyampaikan, beberapa aktivitas yang terdampak yakni aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.
“Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG,” tuturnya.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/antara










