Pernak-pernik Imlek 2023/2574 di Banjarmasin Laris Manis, Pedagang: Sejak Desember Sudah Ramai

BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Suasana Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili di Kota Banjarmasin terasa berbeda dengan waktu pandemi Covid-19 masih mewabah.

Hari Raya Imlek 2574 yang jatuh pada tanggal 22 Januari 2023, mendatangkan keuntungan bagi pedagang yang berjualan berbagai pernak-pernik Imlek di Banjarmasin.

Penjualan pernak pernik perayaan tahun baru Imlek 2023 ini diakui salah satu pedagang di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan laris manis.

# Baca Juga :Mulai Pangsit hingga Ikan Utuh, inilah Aneka Hidangan Imlek yang Harus Selalu Ada

# Baca Juga :SEHARI Jelang Imlek 2022 Harga Emas Antam Turun Rp 1.000 Jadi Rp 927.000 Per Gram

# Baca Juga :Identik dengan Keberuntungan, ini Ragam Camilan Imlek yang Selalu Ada di Setiap Perayaan Tahun Baru

# Baca Juga :Sambut Tahun Baru 2022 dan Imlek, Oppo Rilis Reno7 Red Velvet

“Sejak Desember 2022 hingga hari ini ramai pembelian pernak pernik untuk merayakan tahun baru Imlek,” ujar pemilik toko “Sanwa” di Jalan Veteran, Banjarmasin Tengah, bernama Alenna pada Selasa.

Dia menyebutkan, dengan dicabutnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk penanganan COVID-19 pada tahun ini, perayaan menyambut tahun baru China tersebut pada 22 Januari 2023 akan lebih meriah.

“Karena Imlek tahun ini shionya adalah kelinci, maka pernak pernik atau hiasan kelinci yang paling laris,” ujarnya.

Alenna pun menyampaikan, harga pernak pernik Imlek berpartisipasi, seperti lampion dari harga Rp150 ribu hingga Rp250 ribu.

“Ada yang beli 10 lampion sampai 30 lampion, biasanya pemilik pusat perbelanjaan dan hotel yang banyak beli seperti itu,” ujarnya.

Termasuk juga untuk hiasan bunga khas perayaan Imlek, ungkap dia, juga sangat laris manis tahun ini, dijualnya antara Rp200 ribu hingga Rp350 ribu.

“Untuk amplop ampau juga sangat dicari, hingga kini saya sudah jual sekitar dua ribu pak,” ujarnya.

Menurut dia, tahun ini penjualan pernak pernik Imlek cukup tinggi naiknya dari tahun sebelumnya, karena tahun lalu pandemi COVID-19 masih tinggi penularannya, hingga perayaan dilaksanakan secara sederhana sesuai protokol kesehatan.

Dia pun mengharapkan, tahun ini menjadi tahun yang banyak rezeki, juga pandemi COVID-19 berakhir hingga perekonomian masyarakat kembali bangkit.

Sebagai keturunan Tionghoa, Alenna berharap di tahun ini kedamaian antar suku di negeri ini, khususnya di Kalsel terus terjalin dengan baik dan kuat, saling menghormati dan menjaganya.

Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/antara