Bermula dari lahan seluas 25 borongan atau 0,75 hektare dia menanam padi jenis unggul dan bisa tumbuh subur hingga sekarang dengan bantuan ramuan buatan sendiri untuk mengurangi tingkat keasaman, yakni dengan cairan nitrobacter, melibatkan para penyuluh pertanian.
“Cairan ini akan menyebabkan tingkat keasaman menjadi netral. Untuk hasilnya bisa dilihat satu bulan lagi, ketika padi mulai bunting,,” ujarnya.
BACA JUGA:
Bupati Banjar Saidi Mansyur Terima LHP Pemeriksaan Kinerja dari BPK RI, Janji akan Tindaklanjuti
Dia menambahkan, untuk mengurangi angka pengangguran yang bisa saja menjadi salah satu penyebab terjadinya aksi kriminal, pihaknya juga melakukan perekrutan tenaga kerja warga sekitar dan memberikan permodalan untuk menanam cabai Rp 9.000, lombok besar Rp 15.000, lombok kecil Rp 25.000.
Dan terus melakukan penanaman hingga kini, baik di lahan pribadi, pinjaman maupun lahan tidur milik pemerintah. Setidaknya saat ini satu kelompok tani sudah bisa diajak kerjasama dengan pihaknya.
“Demi ketahanan pangan, kita mensukseskan program pemerintah, meskipun diakui sering mendapat cibiran karena polisi urusi pertanian,” kata Djarot.
Kalimantanlive.com/Nabila
Editor : elpian










