Wakil Bupati Andi Rudi Latif Minta TPID Kotabaru Serius Laksanakan Rencana Pengendalian Inflasi Daerah

“Kemudian kita juga harus mengetahui pasokannya bagaimana, kalau ternyata kurang harus ada kerjasama antar daerah sehingga pasokan menjadi seimbang dan terus menerus serta tingkatkan produksi apa saja barang yang ikut andil dalam menaikan harga inflasi,” kata Roy Rizali Anwar.

Sementara itu, Sekda Kotabaru Drs H Said Akhmad MM memaparkan, perkembangan inflasi di Kotabaru didorong adanya kenaikan harga BBM dan gejolak harga bahan pangan.

BACA JUGA: Anggota DPRD Kotabaru Bahrul Ilmi  Ajak Masyarakat Doakan Kotabaru FC Juara Liga 3 Zona Kalsel 2023

“Kenaikan harga pangan sendiri dipicu masalah distribusi karena hampir semua pangan dipasok dari luar daerah,” katanya.

Said Akhmad menyebutkan, adapun pemicu inflasi di Kotabaru berkaitan dengan kenaikan harga BMM, kenaikan harga tiket pesawat, penyeberangan fery, dan transportasi darat serta faktor cuaca yang menyebabkan berkurangnya pasokan komoditas di pasaran

“Dan terdapatnya praktek monopoli dalam perdagangan telur, daging sapi dan daging ayam, serta gagal panen sehingga sayuran dan beras mendatangkan dari luar daerah khususnya dari Pulau Sulawesi dan Pulau Jawa,” jelasnnya.

Dalam rapat koordinasi TPID Provinsi Kalsel bersama Pemkab Kotabaru terungkap, berbagai upaya harus ditempuh untuk mengerem laju inflasi di Kotabaru.