“Kami melihat salah satu cara untuk keluar dari kemiskinan adalah lewat pendidikan, karena itu pada program ini harus ada satu orang anak dalam satu keluarga miskin yang jadi sarjana,” jelas Hanawijaya.
Selain satu sarjana satu rumah, Bank Kalsel juga akan menyalurkan bantuan biaya hidup untuk keluarga miskin tersebut serta bantuan modal usaha kalau memang keluarga miskin tersebut ada kemauan untuk berusaha.
BACA JUGA :
Lewat Program RTLH, Bank Kalsel dan Baznas Wujudkan Rumah Layak Huni Warga Tak Mampu
“Untuk tahap pertama saya berharap minimal satu kabupaten dan Kota ada satu keluarga yang jadi pilot project program ini, artinya ada 13 keluarga miskin ekstrem yang terpilih,” ujarnya.
Dirut Bank Kalsel itupun mohon doa akan program ini bisa cepat terlaksana dan berharap keluarga yang dibantu bisa bebas dari kemiskinan. “Mohon doa dan dukungannya,” kata Hanawijaya.
Kalimantanlive.com/eep
Editor : Elpian









