Untuk mengendalikan pasokan beras di pasaran, lanjut Ibnu Sina, pihaknya di Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sudah memastikan juga bahwa rantai pasok di Kota Banjarmasin aman.
Menurut Wali Kota Ibnu Sina, TPID juga turut bekerja sama dengan pihak distibutor, seperti Bulog terkait stok beras di Banjarmasin serta pendistribusiannya.
BACA JUGA: Warga Serbu Pasar Murah di Disdag Kalsel Banjarmasin, Terbantu Harga Lebih Murah
“Saya berjarap tak ada permainan harga pada beras yang dijual di pasaran. Tidak ada aksi ambil untung di tengah situasi saat ini,” katanya.

Wali kota Banjarmasin dua periode ini berharap, dengan berbagai langkah yang pihaknya ambil, bisa untuk menekan angka inflasi bisa berdampak kepada rakyat miskin dan miskin ekstrem.
“Bisa tepat sasaran sehingga mereka paling tidak terbantu dalam situasi seperti ini, untuk mendapat harga bahan pangan yang standar,” ucap Ibnu Sina.
Selain pengendalian harga, lanjut Wali Kota Ibnu Sina, Pemko Banjarmasin melalui Dinas Perhubungan juga telah menginventarisir jumlah gojek, dan angkutan umum yang terdampak untuk dilakukan pendistribusian.
“Angkutan yang terdampak untuk distribusi itu disubsidi, kemudian mereka mendapatkan bantuan alokasi. Untuk mendapatkan harga bahan pangan yang standar dengan disubsidi bisa lebih turun lagi. Kemudian memastikan jaminan ketersediaan pangan itu yang paling penting,” jelas Ibnu Sina.







