KALIMANTANLIVE.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem sejumlah wilayah di Indonesia untuk Selasa (31/1/2023).
Sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan, seperti di Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur berpotensi dilanda cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Dilansir Kalimantanlive.com dari bmkg.go.id, BMKG mengatakan, bibit siklon tropis 94S terpantau berada di Samudra Hindia barat daya Lampung.
# Baca Juga :Peringatan Dini Cuaca Sabtu 28 Januari 2023, BMKG : Kalimantan Selatan Hujan Petir dan Angin Kancang
# Baca Juga :Hujan Lebat Landa Kalsel Jumat 27 Januari 2023, BMKG: 34 Wilayah Bercuaca Ekstrem Hari Ini
# Baca Juga :Prakiraan Cuaca 26 Januari 2023, BMKG: Hujan, Gelombang dan Banjir Rob, Kalimantan Selatan Siaga!
# Baca Juga :Peringatan Dini Cuaca di Kalsel Rabu 25 Januari 2023, BMKG: Laut Natuna Gelombang hingga 6 M
Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara minimum 1004.4 mb bergerak ke arah barat daya (menjauhi wilayah Indonesia).
Potensi bibit ini untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam kedepan berada dalam kategori Rendah.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan gelombag tinggi di sekitar wilayah bibit siklon tropis.
Bibit Siklon Tropis 95S terpantau berada di Samudra Hindia Selatan Jawa.
Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara minimum 1007.1 mb dengan arah gerak stasioner.
Potensi bibit ini untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam kedepan berada dalam kategori Rendah.
Meskipun demikian, sistem ini terpantau membentuk daerah konvergensi memanjang di Samudra Hindia Selatan Jawa.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan gelombang tinggi di sekitar wilayah bibit siklon tropis dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.
Sirkulasi Siklonik terpantau di Kalimantan Barat dan di Australia bagian Utara yang membentuk daerah konvergensi memanjang di Pulau Kalimantan bagian Utara dan Samudera Hindia Selatan NTT hingga Laut Timor.
Daerah konvergensi lain juga terpantau memanjang dari Pesisir Barat Sumatera Barat hingga Sumatera Selatan, Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Sulawesi Barat hingga Sulawesi Tenggara serta daerah pertemuan angin (konfluensi) di Laut Banda .
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.
Wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang:
Aceh
Sumatera Barat
Riau
Kep. Riau
Bengkulu
Jambi
Sumatera Selatan
Kep. Bangka Belitung
Lampung
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan







