Puskemas Paringin Buat Inovasi Darling Paman Jahat, Agar Siswa di Balangan Terhindar Jajanan Berbahaya

Pemilik Inovasi Darling Paman Jahat, Santy Ermasari mengatakan, inovasi itu diciptakan karena pada beberapa tahun lalu saat penelitian dokter internsip pada salah satu SD di Balangan, ditemukan ada jajanan hampir 70 persen mengandung bahan berbahaya seperti boraks, methanil yellow dan rhodamin B.

BACA JUGA :
Bupati Abdul Hadi Instruksikan SKPD Siapkan Data Bantu Pemeriksaan Tim BPK RI di Balangan

Mengingat bahan-bahan kimia itu sangat berbahaya, kata Santy Ermasari, dirinya mendapatkan ide atau gagasan untuk membentuk kader lingkungan di sekolah, demi mencegah hal sama tidak terulang lagi.

“Inovasi ini sendiri bertujuan untuk mengetahui jumlah pedagang yang berjualan di lingkungan sekolah dan mengetahui apakah jajanan tersebut terbebas dari bahan kimia atau bahan tambahan pangan yang dilarang,” jelasnya.

Erma menyampaikan untuk tahapannya, para kader yang berjumlah 10 orang dilatih oleh pihak puskesmas untuk mendata penjual makanan di antaranya nama penjual, berjualan apa, nomor telepon serta alamat penjual.