BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Hasil budidaya tanaman hidroponik di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan, berhasil banyak diborong distributor.
Kepala Lapas (Kalapas) Wahyu Susetyo mengatakan, bahwa hasil panen budidaya Selada keriting itu merupakan salah satu program pembinaan kemandirian.
BACA JUGA : Lapas Narkotika Karang Intan Komitmen Menuju WBK 2023, Kalapas Ingatkan Jajarannya Kompak
“Kita panen kemarin. Pembeli selada dari Casual Farmer, distributor selada yang memang mereka biasa mengantar ke minimarket dan outlet jualan kebab,” jelas Kalapas, Sabtu (4/2/23).
Adapun dalam penjualannya, selada ini diborong pembeli sebanyak 12 kilo, dengan harga Rp 25 ribu per kilonya.
Di mana hasil penjualan menjadi komponen pemenuhan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan sebagian premi menjadi hak warga binaan dalam bentuk tabungan yang akan diberikan saat mereka bebas nanti.
Dalam hal ini, Kalapas menilai WBP mampu dan sukses budidaya tanaman, berkat keahlian yang didapat dari pelatihan kemandirian bersertifikat yang dilangsungkan Lapas Narkotika Karang Intan.









