Menurut dia, Pondok Pesantren At-Taqwa ini mempunyai santri kurang lebih 30 orang dan ada 8 kepala Keluarga korban tanah longsor dari Desa Maradapan yang menetap di sini karena mereka merasa sudah tidak bisa lagi tinggal di sana.
Sejak tahun 2021 lalu, lanjut Abdul Rojak, hingga sekarang, delapan kepala keluarga korban tanah longsor di desa Maradapan menetap di Pondok Pesantren At-Taqwa.
“Alhamdulilah mereka sudah bisa membaur dengan masyarakat disini dan juga ada yang sudah jadi petani,” jelas Rojak.
Kalimantanlive.com/Siti Rahmah
Editor : elpian










