Saat saksi memberitahukan bahwa ada api di atas rumah loteng rumah, pemilik rumah pun keluar rumah untuk meminta bantuan warga memadamkan api.
“Api dapat di padamkan oleh masyarakat yang berada saat kejadian dengan melakukan penyiraman menggunakan ember, di bantu sejumlah anggota UPBS,” lanjutnya.
BACA JUGA: Curah Hujan Tinggi di Tabalong, BPBD Imbau Warga Waspada Potensi Banjir dan Longsor
Adapun kondisi rumah warga yang terbakar 100 persen yakni dialami korban Banhar (60) dengan kerugian diperkirakan sekitar Rp 200 juta, Parhani (33) dan Supriansyah kerugian sama sekitar 80 juta.
“Kemudian Mugni (54) kerugian diperkirakan 90 juta, sedangkan rumah Albian (53) terbakar 30 persen dengan kerugian diperkirakan 40 juta,” ujarnya.
Kebakaran di Tabalong sudah beberapa kali terjadi dalam sebulan terakhir. Tiga hari lalu, tepatnya pada Sabtu (11/2/2023) dini hari, kebakaran menimpa satu rumah warga dan sarang burung walet milik HI warga Desa Muara Uya RT1 Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong.







