KALIMANTANLIVE.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk hari ini, Sabtu (16/2/2023).
Mengutip dari bmkg.go.id, cuaca ekstrem terjadi di 30 wilayah di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan.
Menurut BMKG, Kalimantan Selatan berpotensi dilanda hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
# Baca Juga :Peringatan Dini 31 Wilayah Rabu 15 Februari 2023, BMKG: Kalimantan Selatan Potensi Cuaca Ekstrem
# Baca Juga :Peringatan Dini BMKG Besok Selasa 14 Februari 2023: Kalsel hingga Sulteng Waspada Hujan Petir
# Baca Juga :Waspada! Kalsel Berpotensi Hujan Petir, Hari Ini, BMKG: 30 Wilayah di Tanah Air Bercuaca Ekstrem
# Baca Juga :Prakiraan Cuaca 29 Wilayah Sabtu 11 Februari 2023, BMKG: Hujan Lebat Berpotensi di Papua dan 28 Wilayah
Menurut BMKG, 30 wilayah tersebut berpotensi terjadi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang.
Hal ini juga disebabkan karena adanya bibit siklon tropis yang berpotensi terjadi esok hari.
Wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang adalah:
- Aceh
-
Sumatera Utara
-
Bengkulu
-
Jambi
-
Sumatera Selatan
-
Kep. Bangka Belitung
-
Lampung
-
Banten
-
Jawa Barat
-
DKI Jakarta
-
Jawa Tengah
-
Yogyakarta
-
Jawa Timur
-
Bali
-
Nusa Tenggara Barat
-
Nusa Tenggara Timur
-
Kalimantan Barat
-
Kalimantan Tengah
-
Kalimantan Utara
-
Kalimantan Timur
-
Kalimantan Selatan
-
Sulawesi Utara
-
Gorontalo
-
Sulawesi Tengah
-
Sulawesi Barat
-
Sulawesi Selatan
-
Sulawesi Tenggara
-
Maluku
-
Papua Barat
-
Papua
Bibit siklon tropis 91 P dengan tekanan minimum 999.7 hpa, dan kecepatan angin maksimum 25 knot berada di Teluk Carpentaria – Australia bagian utara.
Sistem ini bergerak ke arah Tenggara dengan potensi bibit ini untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam kedepan berada dalam kategori rendah.
Sistem ini juga menginduksi peningkatan kecepatan angin >25 knot (low level jet) dari Laut Flores hingga Australia bagian utara, dari Laut Banda, Laut Arafuru hingga Papua bagian selatan.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan ketinggian gelombang laut di sekitar siklon tropis, bibit siklon tropis dan di sepanjang low level jet tersebut.
Bibit siklon tropis 99 W dengan tekanan minimum 1005 hpa, dan kecepatan angin maksimum 20 knot berada di Samudra Pasifik sebelah Utara Papua Barat.
Sistem ini bergerak ke arah Barat Laut dengan potensi bibit ini untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam kedepan berada dalam kategori rendah.
Sistem ini juga menginduksi peningkatan kecepatan angin >25 knot (low level jet) dari Samudra Pasifik Timur Filipina hingga Laut Halmahera.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan ketinggian gelombang laut di sekitar siklon tropis, bibit siklon tropis dan di sepanjang low level jet tersebut.
Sirkulasi siklonik berada di Laut Timor yang membentuk daerah konvergensi memanjang di NTT bagian selatan.
Daerah konvergensi lain terpantau memanjang dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Tengah, dari Jawa Barat hingga Jawa Timur, dari Selat Makassar hingga Sulawesi Tengah, dari Papua Barat hingga Papua.
Daerah konfluensi juga memanjang di Samudra Hindia barat daya Bengkulu, di Pesisir selatan Jawa, di Laut Jawa, Laut Flores, di Laut Maluku, di Laut Seram, Laut Banda dan Laut Arafuru.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.
Peningkatan Kecepatan Angin Permukaan yang lebih dari 25 knot terpantau memanjang di Laut Flores, Laut Banda hingga Laut Arafuru yang mampu meningkatkan ketinggian gelombang laut di wilayah perairan tersebut.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/bmkg.go.id






