Sekda Kotabaru Said Akhmad Akhirnya Buka Suara Terkait Polemik Pembangunan Media Jalan di Perkotaan

Pembangunan median jalan tersebut, lanjut Said Akhmad, untuk 15 tahun kedepam, bukan hanya bersifat sementara. Dan penataan kota juga menjadi rapi dan terlihat indah.

“Pengalaman saya, sebelum dibangunnya median jalan saya sempat terkejut tiba-tiba ada pengendara menikung tanpa menggunakan reting.

BACA JUGA: Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis Harapkan 10 Persen Dana Kompensasi Tambang untuk Infrastuktur Pendidikan

“Dengan adanya median jalan para pengendara tidak seenaknya lagi untuk membelokkan kendaraannya,” jelas Said Akhmad.

Sementara itu, Ramli warga Jalan Vetran Desa Baharu Selatan mengatakan secara pribadi sangat mendukung adanya pembangunan median jalan.

“Kalaupun ada yang meanggap pembangunan median jalan suatu polimek itu wajar karena bangunan median jalannya belum selesai, contoh dulu pembangunan jembatan di jalan H Hasan Basri yang sempat diributkan sewaktu belum selesai, setelah selesai pengguna jalan malah lebih lancar dan tidak ada keluhan lagi,” katanya.

Menurut Ramli, sebagai masyarakat biasa, dirinya beranggapan pembangunan median jalan untuk mengurangi angka kecelakaan, penataan kota lebih baik lagi dan tidak ada lagi yang ngebut-ngebutan, ucapnya.

Kalimantanlive.com/Siti Rahmah
Editor : elpian