KALIMANTANLIVE.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk 30 wilayah di Tanah Air, Sabtu (18/2/2023).
Diperkirakan, sejumlah wilayah memiliki potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga disertai angin kencang dan kilat/petir.
Seperti Kalimantan Selatan, BMKG memprediksi berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.
# Baca Juga :Peringatan Dini BMKG Jumat 17 Februari 2023, Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Kalsel dan Kalteng!
# Baca Juga :30 Wilayah di Indonesia Berpotensi Cuaca Ekstrem Hari Ini, BMKG: Kalsel Hujan, Petir dan Angin Kencang
# Baca Juga :Peringatan Dini 31 Wilayah Rabu 15 Februari 2023, BMKG: Kalimantan Selatan Potensi Cuaca Ekstrem
# Baca Juga :Peringatan Dini BMKG Besok Selasa 14 Februari 2023: Kalsel hingga Sulteng Waspada Hujan Petir
Selain Kalimantan Selatan, BMKG juga memprediksi ada sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi diguyur hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Berikut daftar wilayah di Indonesia yang berpotensi bercuaca ekstrem Sabtu (18/2/2023), seperti dikutip dari bmkg.go.id
Wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang:
Aceh
Bengkulu
Sumatera Selatan
Kep. Bangka Belitung
Lampung
Banten
Jawa Barat
DKI Jakarta
Jawa Tengah
Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Maluku Utara
Maluku
Papua Barat
Papua
Jambi
Bibit siklon tropis 91 P dengan tekanan minimum 1006 hpa, dan kecepatan angin maks 20 knot berada di wilayah Teluk Carpentaria – Australia bagian utara.
Hal ini membentuk daerah konvergensi memanjang dari Samudera Hindia Selatan NTT hingga Australia bagian utara serta dari Laut Banda hingga Australia bagian utara.
Juga menginduksi peningkatan kecepatan angin >25 knot (low level jet) dari Laut Banda hingga Australia bagian utara.
Sementara bibit siklon tropis 99 W dengan tekanan minimum 1007 hpa, dan kecepatan angin maksimum 20 knot berada di wilayah Samudera Pasifik Barat Utara Papua Barat.
Hal ini membentuk daerah konvergensi memanjang dari Laut Sulawesi hingga Samudera Pasifik Utara dari Papua Barat.
Editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/bmkg.go.id









